Dekap Kehangatan Menjalani Ramadan dalam Perantauan

Sumber Foto: hipwee.com

Oleh: Abdul Aziz Bimantoro

Bulan Ramadan merupakan bulan yang istimewa bagi umat muslim di seluruh dunia. Selama satu bulan penuh, umat muslim melakukan ibadah puasa dari sebelum subuh hingga maghrib berkumandang serta meningkatkan ibadah keagamaan lainnya.

Menyambut bulan Ramadan tidak hanya mempersiapkan fisik dan mental tetapi juga mempersiapkan diri secara spiritual dan sosial.
Kehadiran bulan Ramadan menjadi momen yang dinantikan dan ditunggu kedatangannya.

Bulan yang penuh dengan rahmat dan ampunan dari sang pencipta bagi mereka yang menjalankan ibadah di bulan ini dengan sebaik-baiknya. Namun, bagi anak rantau yang hidup sendiri di kota orang, merayakan datangnya bulan Ramadan tidak semudah yang dibayangkan.

Sebagai anak rantau, mereka harus menjalankan kewajiban ibadah Ramadan yang jauh dari keluarga dan kampung halamannya. Bedanya tradisi di kampung halaman dengan daerah tempat rantau membuat sebagian anak rantau merindukan tradisi di kampung halamannya seperti, mengadakan kegiatan acara kajian dan pengajian di masjid yang selalu ramai dengan antusias masyarakat desa, yang berbeda seperti halnya di kota yang menjadikan masjid tempat yang lebih berpusat pada sholat tarawih dan ibadah wajib lainnya. Namun, di balik kesulitan dan menahan beratnya rindu kampung halaman menjadi pengalaman yang bisa dijadikan pembelajaran yang sangat berharga bagi kehidupannya.

Beberapa anak rantau mereka berkeinginan untuk tetap aktif selama bulan Ramadhan di kota orang. Oleh karena itu, mereka melakukan kegiatan sholat tarawih di masjid, melakukan bakti sosial dan kegiatan amal yang lainnya yang memberikan kesempatan bagi mereka untuk dapat berkontribusi dalam membangun masyarakat sekitar. Dalam melakukan kegiatan sosial di tengah masyarakat dapat mengembangkan keterampilan sosial dan kepemimpinan mereka serta dengan melakukan kegiatan sosial tersebut mereka memperoleh kepuasan batin karena bisa membantu sesama manusia yang lainnya.

Bulan Ramadan menjadi sebuah momentum untuk dapat menjalin silahturahmi bersama anak rantau yang berada di kota yang sama. Tidak jarang dari mereka melakukan acara buka bersama dan saling mengunjungi untuk dapat mempererat tali persaudaraan. Keberagaman dan kebersamaan dalam persaudaraan menjadi salah satu yang menjadi semangat bagi anak rantau dalam menjalani Ramadan di kota orang.

Anak rantau juga harus mengetahui pentingnya keberagaman dan persaudaraan yang menjadi refleksi tentang makna pentingnya keberagaman dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga dapat belajar untuk dapat menghargai perbedaan budaya dan agama untuk membangun persatuan dan kesatuan dalam sesama bangsa Indonesia.

Akhir bulan Ramadan merupakan momen yang sangat ditunggu bagi anak rantau dikarenakan mereka bisa merayakan mudik ke kampung halaman dan merayakan lebaran bersama keluarga mereka. Mereka juga tidak lupa untuk mempersiapkan segala macam keperluan dengan sangat matang seperti tiket transportasi untuk mudik dan kebutuhan untuk merayakan lebaran bersama keluarga di kampung halaman, sehingga mudik dapat terlaksana dengan lancar.
Selain itu, anak rantau merasakan kesulitan ketika mudik ke kampung halaman, mulai dari harga tiket yang melonjak sangat mahal karena momentum lebaran, sehingga pihak penyedia transportasi umum menaikkan harga lebih tinggi dari pada hari biasa, ditambah juga kemacetan yang bisa saja berjam-jam lebih lama di dalam kendaraan dikarenakan banyak juga orang lain yang ingin mudik ke kampung halaman. Tapi, kesulitan tersebut tidak mengurungkan niat anak rantau untuk dapat bertemu keluarga di kampung halaman dan desa tercinta.

Setelah sampai di desa kampung halamannya, anak rantau melakukan kegiatan yang dimulai sehabis sholat Idul Fitri seperti, bersilaturahmi dengan keluarga dan tetangga terdekat, saling bermaaf-maafan yang biasanya dilakukan secara berkeliling mengunjungi rumah tetangga yang lainnya secara bergantian. Tidak lupa juga bagi anak rantau mengunjungi makam keluarga sanak saudara yang telah meninggal.

Setelah acara silahturahmi dan mengunjungi makam keluarga selesai biasanya di isi dengan kegiatan makan-makan dan bersantai bersama keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *