Sumber Foto: Poskota.co.id
Klikdinamika.com –Dana Beasiswa KIP-K UIN Salatiga tak kunjung turun, beberapa mahasiswa mencari alternatif lain membayar UKT, ada yang bekerja hingga meminjam uang, Sabtu (21/2/2026).
DinamikA mewawancarai dua mahasiswa KIP-K—mereka membayar UKT sebelum adanya informasi pada 9 Februari 2026 yang menyebutkan mahasiswa KIP-K bisa tetap melakukan KRS-an walaupun belum membayar UKT. Sehingga masing-masing mencari jalan keluar untuk dapat membayar UKT-nya.
Naja, Mahasiswi KIP-K Prodi Sejarah Peradaban Islam (SPI), mengaku harus meminjam uang guna menutupi pembayaran UKT agar dia bisa melakukan input KRS.
“Waktu KRS dimulai, KIP-K belum ada tanda-tanda cair sama sekali, terus ada kabar pengalihan. Aku bingung mau cari uang ke mana, soalnya kan KIP-K syaratnya mondok ya, di pondok kan tidak boleh kerja. Kalau tahun kemarin itu, waktu KRS udah cair seinget aku telat cuman sebentar. Terus akhirnya aku pinjem supaya bisa KRS-an, dan bilang nanti cairnya mungkin sebentar lagi,” terangnya.
Bagi Naja yang hanya mengadalkan beasiswa KIP-K, ia merasa sedih. Sebab hanya beasiswa tersebutlah yang menopang biaya administrasinya.
“Seperti aku yang hanya mengandalkan KIP, sedih banget kalau KIP belum cair soalnya SPP pondok juga bayarnya pakai uang KIP,” keluhnya.
Shohif, mahasiswa penerima KIP-K yang lain juga mencari alternatif membayar UKT dengan bekerja, namun penghasilannya sekadar cukup sebagai tambahan.
“Banyak ditemui, mahasiswa KIP-K yang mencari dana dari sumber lain, seperti bekerja di toko sembako, toko makanan, buka usaha kecil kecilan, dan UMKM sejenisnya, kalau saya sendiri mengajar, sama kadang part time. Cuma ya itu, tidak bisa menutupi secara keseluruhan, hanya sebagai tambahan,” ungkapnya.
Tanggapan Ya Bismillah
Ya Bismillah sebagai organisasi yang menjembatani mahasiswa KIP-K dengan pihak akademik kampus bersama koordinator angkatan berusaha maksimal demi mendapat keputusan terbaik menghadapi situasi ini. Sehingga diputuskan jika mahasiswa yang belum melakukan pembayaran UKT, dapat mengisi KRS dua hari sebelum penutupan.
“Teman-teman KIP-K yang belum bisa bayar tetep bisa KRS-an H-2 sebelum penutupan,” ujar Ghifary ketua Ya Bismillah UIN Salatiga, Jumat (20/2/2026).
Ghifary mengaku telah menjalin komunikasi dengan PTKIN lain yang sama-sama mengalami kemunduran terkait pencairan dana KIP-K. Kata Ghifary, Ia berencana langsung mendesak Kemenag Pusat.
“Aku berkomunikasi dengan teman-teman yang ada di Universitas lain, dan mungkin sekarang udah mulai membuat gerakan di belakang, ingin mendesak langsung Kemenag Pusat, dan sampai sekarang memang sudah ada beberapa kampus yang (red: sudah) dikomunikasikan, kayak UIN Pekalongan dan Wali Songo, dan Insyaallah udah komunikasi dengan UIN Kudus, dan mungkin bakal dengan UIN yang lain juga untuk sama-sama bergerak, tapi mungkin ini masih proses,” akunya.
Menurut Ghifari, pihak akademik kampus telah menyebutkan bahwa berbagai persyaratan sudah dipenuhi dan informasi turunnya dana hanya disampaikan pada bulan Februari tapi tidak ada kejelasan terkait kepastian tanggal.
“Nah itu memang kami bahas tuntas kenapa problem-nya, dan jawaban dari staf akademik, dari kami pun juga benar-benar belum tahu. Info pusat yang sampai pada akademik itu Februari, tidak ada pertengahan, tidak ada awal, tidak ada akhir gitu,” lanjut Ghifary.
Ghifary juga mengatakan bahwa pihak akademik sudah tidak bisa melakukan apapun, mengingat kewenangan ini langsung dari pusat.
“Problem sekarang itu karena memang benar-benar wewenangnya yang dipindah gitu, dari aku dan akademik juga mengatakan seperti itu, jadi mau gimana pun tidak bisa merubah apapun,” ujarnya. (Niken/Rifda/Red)





