Sumber Foto: Anita/DinamikA
Klikdinamika.com–Simpang siur terkait gedung baru Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) yang berada di belakang Fakultas Dakwah tidak benar. Gedung tersebut sejak awal dibangun dasarnya untuk Laboratorium Terpadu. Sementara Fakultas Saintek memang telah diresmikan, namun belum memiliki gedung sendiri, Kamis (29/1/2026)
Sesuai Peraturan Menteri Agama (PMA) RI Nomor 46 tahun 2025, UIN Salatiga resmi menetapkan Fakultas Saintek. Belakangan Muncul pamflet pembukaan Fakultas Saintek dengan latar belakang visual gedung Laboratorium Terpadu. Hal itu menyebabkan beberapa mahasiswa menduga bahwa gedung tersebut akan digunakan untuk Fakultas Saintek.
Alfri, Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI), salah satu Program Studi di Fakultas Saintek, menyampaikan bahwa mereka mengetahui informasi tersebut secara tidak langsung melalui pamflet yang disebar oleh Kaprodi. Pamflet tersebut memuat Informasi pembukaan Fakultas Saintek dengan latar visual gedung baru Laboratorium Terpadu.
“Kita juga kaget kenapa kok bisa ada pamflet itu. Saat kaprodiku share, aku beneran langsung kaget. Aku tanya kalo memang beneran kok tulisannya masih laboratorium. Terus kaprodiku bilang, ’itu tulisannya memang laboratorium, tapi nanti dipake buat kalian juga’,” ujarnya.

Sumber Foto: Instagram UIN Salatiga
Ia juga menegaskan bahwa tidak dilibatkan secara langsung, dan tidak mendapat informasi yang jelas, dan secara resmi.
“Kita enggak pernah dilibatkan hal itu secara langsung. Kita cuma dikasih kabar yang enggak jelas aja. Aku juga ditanya temen-temen dan maba-maba, aku juga enggak tahu, tapi seharusnya minimal ketua atau wakil dikasih tahu,” lanjutnya.
Menanggapi hal tersebut, Surya, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Salatiga, menjelaskan bahwa pembangunan gedung di bagian belakang Fakultas Dakwah memang diperuntukkan sebagai Laboratorium Terpadu dan tidak dialihfungsikan menjadi gedung fakultas.
“Pembangunan gedung yang di belakang itu adalah pembangunan gedung Laboratorium Terpadu. Jadi gedung itu diperuntukkan memang untuk Laboratorium Terpadu. Lalu kabarnya ada Fakultas Saintek, iya benar ada fakultas Saintek. Surat Keterangan (SK)-nya sudah turun kemarin,” jelas Surya.
Surya melanjutkan, bahwa pimpinan fakultas sudah dilantik oleh rektor pada Senin, 26 Januari 2026. Dekan yang menjabat bisa berasal dari fakultas mana pun, serta terkait dosen pengampu, sudah ada dan berasal dari program studi yang sebelumnya berada di fakultas masing-masing.
“Dekan itu pejabat yang dilantik oleh rektor untuk menjadi pimpinan di Fakultas Saintek. Soal itu diambil dari fakultas mana, diambil dari mana pun itu tidak masalah. Jadi pejabat yang dilantik oleh rektor itu tidak masalah mau diambil dari mana,” lanjutnya.
Sebagai solusi sementara, Fakultas Saintek menggunakan fasilitas di kampus satu atau berbagi gedung dengan fakultas lain, termasuk tetap berada di fakultas induk sebelumnya. Pihak kampus berharap pada tahun-tahun mendatang dapat membangun gedung khusus untuk Fakultas Saintek ketika anggaran telah tersedia.
“Jadi untuk Fakultas Saintek idealnya ada gedung baru dulu. Hanya karena pembangunan gedung di UIN Salatiga itu harus memperhitungkan anggaran yang ada, maka tahun ini belum bisa dibangun (red: gedung) Fakultas Saintek. Kemungkinan nanti bisa menggunakan kampus satu atau berbagi dengan fakultas yang lain. misalnya ada tetap di fakultas induk kemarin,” terangnya.
Terakhir, Alfri berharap, pihak kampus tidak memberikan harapan yang belum pasti kepada mahasiswa.
“Harapannya, enggak usah PHP mahasiswa. Kalau emang belum jelas, enggak usah kasih informasi yang belum pasti. Kalo mau dipindah, ya dikasih kepastian, kasih aja edaran resminya dan bener-bener dilakukan, enggak cuma tertulis di atas kertas,” pungkasnya. (Anita/Alya/Red)





