klikdinamika.com

Robby Hernawan Absen dalam Forum Dialog, Tuntutan Tak Temukan Titik Terang

Forum Dialog

Sumber Foto: Rifka/DinamikA

Klikdinamika.com – Pemerintah kota Salatiga menggelar dialog di ruang rapat sekretaris daerah sebagai jawaban atas keresahan mahasiswa terkait 7 poin tuntutan yang mereka suarakan di depan Kantor Walikota Salatiga Senin lalu, namun Robby Hernawan selaku Walikota Salatiga tidak hadir dalam forum tersebut, Kamis (12/2/2026).

Saiful Anwar, perwakilan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), mengaku merasa malu dan kecewa terhadap sikap inkonsistensi walikota. Saiful pun mengungkapkan bahwa dirinya akan mengusahakan menunggu walikota hadir sampai jam berapapun, tetapi penanggungjawab sekda tidak berani memastikan hal itu. Hingga pada akhirnya forum pun dibubarkan.

“Untuk mengusahakan (red: menunggu) walikota itu hadir sampai jam berapapun, tapi beliau (red: sekda) tidak berani untuk memastikan hal itu. Maka untuk pertemuan tadi kami cukupkan, dan baru sebatas menyampaikan, karena kami juga ingin tidak sia-sia pada hari ini sebenarnya, tadi ketika mencoba menunggu kehadiran PJ Sekda kota Salatiga yang tadi terlambat hadirnya, kami coba tanya terlebih dahulu permasalahan yang ada di PDAM,’’ ucapnya.

Tanggapan serupa juga dilontarkan oleh Nando, perwakilan mahasiswa UKSW dan anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang kecewa atas jalannya sidang yang terlalu bertele-tele, pun kecewa dengan hasil dari dialog yang belum menemui titik terang.

‘‘Untuk acara diskusi tadi berjalan dengan bertele-tele, sebenernya jawaban yang kami harapkan bukan dari bapak-bapak PDAM, bukan dari dinas lingkungan, tapi dari bapak walikota (red: Robby Hernawan), lalu buat apa kita berdiskusi panjang-panjang kalau yang pemangku kewajibannya aja nggak dateng?’’ ucapnya.

Harapan dari Saiful Anwar atas jalannya forum dialog ini, perlunya keselarasan dan integrasi antara masyarakat dan pemerintah, dan perlunya komunikasi yang baik dengan masyarakat.

“Harapannya tetap ada iktikad baik dari Walikota Salatiga untuk melanjutkan dialog yang diinginkan mereka sendiri. Kami juga ikuti apa yang menjadi keinginan beliau, tapi yang utama, yang kita sorot itu, bagaimana kepemimpinan beliau dalam mengkomunikasikan ke publik atau ke masyarakat itu sendiri, bahkan ke bawahan-bawahan yang ada di dalam kota Salatiga,” ucapnya. (Yusuf/Hira/Red)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *