Iluistrasi: Aulia Ulfa
Oleh: Niken Afifah Cahyani
Ya Tuhan, Apa jatuh cinta sebegitu bahagianya?
Apa hanya dengan bersisihan di bawah sengapnya upacara sebegini bermaknanya?
Apa hanya dengan saling melirikkan mata,
Degup tidak bisa ditenangkan?
Duhai katak, aku percaya pada teriakmu perihal muak.
Bagaimana tidak, pulpenku dengan biru yang sama terasa gila kala kuingat,
Tidak kutanya perihal sengaja,
Tidak kutanya perihal mengapa,
Tidak kutanya perihal dia dapat dari mana,
Biar…
Ah salah, kubiarkan tepatnya,
Karna aku sedang berpelukan dengan awan,
Bersama tawa yang tidak pudar,
Aku tahu kalian sedang berlirik gemas pada tingkahku, hahahahah
Lagi lagi biar…
Aku senang dengan julukan “Wanita dengan bayang-bayang melampau batas”
Terlalu panjang?
“Wanita gila” mungkin lebih menyenangkan,
Pulpen dalam genggam, terasa seperti berlian berkilau,
Kupandang, kudekap, ah ya ampun
Senangnya…
Tidak ada bicara, karna yang kali ini kubiarkan hatiku terus menabuh gendering senang.





