Dengan Peluk Hangat
Sumber Foto: Pinterest Oleh: Niken Afifah Cahyani Sore itu aku menatap mentari di belakang rumah, Masih terasa hangat meski tidak lagi cerah,Sunyi, begitu sebentar lagi semesta menyapa,Tidak ada penerang, tidak…
Sumber Foto: Pinterest Oleh: Niken Afifah Cahyani Sore itu aku menatap mentari di belakang rumah, Masih terasa hangat meski tidak lagi cerah,Sunyi, begitu sebentar lagi semesta menyapa,Tidak ada penerang, tidak…
Sumber Foto: Pinterest Oleh: Erick Avicena Aku ada, seperti pagi yang membuka cahaya di lipatan sunyi; tanpa suara, tanpa menuntut disambut. Aku melangkah perlahan, sebab waktu, lebih sering berlalu daripada…
Sumber Foto: Pinterest Oleh: Adinda M.S. Wangi semerbak yang pernah dirangkaiKini tak ada batangnya, tak ada jejaknyaBukan kar’na tak dirawatTapi karena insan ini yang tak menguat Aku berjalan dengan ambaian…
Sumber Foto: Pinterest Oleh: Izzatul Mahya Akankah cahaya ini meredup?Bayangan perlahan menghilangHarapan kian pupusTelah hilang arah. Siapa sangka—Sayap yang dulu menjangkau langitKini telah jatuhke lubang terdalam Mulut kelu menerima nyataHanya…
Sumber Foto: Pixabay Oleh: Nasywa Sekar Andini Aku suka,Seperti gulali yang terlalu matang,Sedikit tertantang,Untuk beristirahat tenang. Aku tenggelam,Dalam hangatnya lapisan ribu baju,Di atas bumi bersalju,Pada lapisan ke-tujuh. Aku terpana,Suaranya bak…
Sumber Foto: Bola.com Oleh: Alfri Mauzizah Haruskah ku menyerah padamu, duhai asaPondasiku terlampau lemah tuk menopangTak tersisa lagi ruang bangkit dalam diriJika bisa ku akhiri, kan ku akhiri juga saat…
Sumber Foto: Pinterest Oleh: Aprinianda Aku berjalan di jalan yang abu abu,Di antara kabut yang menelan matahari.Langkahku terdengar,Tapi tak tahu hendak ke mana gema itu pulang. Peta di tanganku kosong,Kompas…
Sumber foto: Media.suara.com Oleh: Muntiatul Badiah Keindahan bumi pertiwiDambaan para pecintaKini hancur, luluh lantahBukan sebab kemurkaan sang penciptaKeserakahan penguasa sumber utama Kami jaga tanah kami, bumi kami, sumber kehidupan kamiMerawat…
Sumber Foto: Brilio.net Oleh: M. Ghithrof Danil Bar Sekelompok jiwa menantiBeralaskan tabah, beratapkan doaAnak, sanak saudara yang hilangEntah kemana, terhisap oleh malam Mereka menunggu dengan hati bergetarDalam sepi dan doa…