Puisi: Kaca yang Membara
Sumber Foto: Bola.com Oleh: Alfri Mauzizah Haruskah ku menyerah padamu, duhai asaPondasiku terlampau lemah tuk menopangTak tersisa lagi ruang bangkit dalam diriJika bisa ku akhiri, kan ku akhiri juga saat…
Sumber Foto: Bola.com Oleh: Alfri Mauzizah Haruskah ku menyerah padamu, duhai asaPondasiku terlampau lemah tuk menopangTak tersisa lagi ruang bangkit dalam diriJika bisa ku akhiri, kan ku akhiri juga saat…
Sumber Foto: Pinterest Oleh: Aprinianda Aku berjalan di jalan yang abu abu,Di antara kabut yang menelan matahari.Langkahku terdengar,Tapi tak tahu hendak ke mana gema itu pulang. Peta di tanganku kosong,Kompas…
Sumber foto: Media.suara.com Oleh: Muntiatul Badiah Keindahan bumi pertiwiDambaan para pecintaKini hancur, luluh lantahBukan sebab kemurkaan sang penciptaKeserakahan penguasa sumber utama Kami jaga tanah kami, bumi kami, sumber kehidupan kamiMerawat…
Sumber Foto: Brilio.net Oleh: M. Ghithrof Danil Bar Sekelompok jiwa menantiBeralaskan tabah, beratapkan doaAnak, sanak saudara yang hilangEntah kemana, terhisap oleh malam Mereka menunggu dengan hati bergetarDalam sepi dan doa…
Sumber Foto: Islami.co Oleh Aulia Eka Fatih Bu,Tajam pena kupelihara bak bungsu sendiri,Perunggu pula emas lelah kuerami,Namun, Bu,Mengapa jejaka itu yang kini bertaut tangan dengan para petinggi,Nampak elok dibawah sorot…
Sumber Foto: Depositphotos Oleh: Ulin Hayati Kala itu..Kembali ku temui ruang gelap tanpa hangatDipenuhi duri tampak tak bermuaraKaki mungilku berupaya temukan pintuTapi sambar petir telah tiba lebih dulu Takut menyerbu…
Sumber Foto: Pinterest Oleh: Adinda Malikhatus Syarrifah Aku merakit cahaya di taman senyapDi antara hujan dan luka yang lembapKan kusemaikan doa yang samarNamun Tuhan tak memilih siapa yang sabar Bayangan…
Sumber Foto: Pinterest Oleh: Khasani Kugenggam tangan tinggal rangkaBersemayam di liang kubur bertulis namamuAku tumbuhan menjalar memeluk sepimu Dahaga tak lagi bercumbu di rongga leherku Aku di sini bukanlah akuMelainkan…
Sumber Foto: Bola.com Oleh: Asa Kala rasi bintang menghiasi pekatnya langitSepasang mata tlah menghunuskan artiAtas hal tersirat yang tengah hadirTerperangkap, tanpa dapat terusir Dalam sunyinya sebuah ratapanRitme isak tak lagi…
Sumber Foto: Indozone Fadami.co Oleh: Muntiatul Badiah Memilukan, sungguh memilukanEngkau panutankuPenjaga cahaya ilmukuDan sekarang pujaan hatiku Bukan tanpa sebabCinta yang lumrah tumbuhPada suatu bab-babMenyentuh bagian terdalam Hasrat yang terpendam begitu…