Puisi: Matrik
Oleh: Merinda Eka C Aku ingin menyelam dalam legam korneamuMenjelajahi alur yang kau telusur sebagai kehampaanMenjelma rembulan yang kau pandang penuh harapanAku ingin menjadi sekat antara lakrimalismulMembendung bulir yang hampir…
Oleh: Merinda Eka C Aku ingin menyelam dalam legam korneamuMenjelajahi alur yang kau telusur sebagai kehampaanMenjelma rembulan yang kau pandang penuh harapanAku ingin menjadi sekat antara lakrimalismulMembendung bulir yang hampir…
Oleh: Isma Sabrina Molek bunga mawar tak lagi mekar Dawai-dawai berduri kian mengakar Dua bocah kecil menatap langit penuh nanar Beberapa manusia dewasa mengusap peluh di dunia ingar bingar Apa…
Oleh: Deizza (Chaqiqotun Nurul Izzah) Kesal, marah, kecewa Aku menjelma remahan pasir tak bernyawa Luka mengering bersama kepedihan yang belum tuntas Air mata tak henti-hentinya mengalir deras Sesal menjadi detik…
Oleh: Sania Husnu Rahmatika Semua tampak bedaTak lagi samaMeski senyum tampak nyataNamun hati mengulum luka Netra ini tak bisa dustaMeneteskan air mata tanpa didugaMencoba kuat namun tersayatMencoba tegar namun gemetar…
Oleh: Lulu Desty Pada angin yang datangKecewa dan remuk menyambutmu hembusanmu membawa debu menghirupmupun aku tak mau Mata terpejam seoalah pedih Pikiran melayang berseteru dengan mujarad Perasaan berkecamuk kian ambruk…
Oleh: Isma Sabrina Bising nan gemerlapnya tak lagi bercahaya Bayu leluasa menyusuri hiruk-pikuk kota Ternyata, tanpa ada sapa Manusia terduduk kaku dalam nestapa Ratapi mengapa dunia jadi nelangsa Di sana-sini…