klikdinamika.com

Puisi: Kaca yang Membara

Sumber Foto: Bola.com

Oleh: Alfri Mauzizah

Haruskah ku menyerah padamu, duhai asa
Pondasiku terlampau lemah tuk menopang
Tak tersisa lagi ruang bangkit dalam diri
Jika bisa ku akhiri, kan ku akhiri juga saat ini

Dimana janji yang kau tawarkan dulu
Kau bilang kala ku bertahan, kan ada akhir yang besar
Selama apa ku harus bertahan, ku lelah mencoba
Apakah semua janji itu hanya buah bibir mu saja?

Hey, cobalah bertahan sebentar untukku
Katakan pada nurani mu
Ini akan berakhir, rehatlah sejenak
Siramlah pikiranmu dengan hal baik yang akan datang

Tidak kah kau lihat bara api yang terlampau besar?
Ia tak nyala tanpa percikan api dari korek
Tak kan membara tanpa kayu kering dan keras yang disambar
Tak menjadi si jago merah tanpa angin yang membawanya terbang

Segonjang-ganjing apa angin membawanya terbang
Sekeras apa kayu yang ia lahap habis sampai menjadi arang
Tidakkah kau malu jika kau menyerah kala membakar asa
Berkacalah pada api, lihatlah selemah apa dirimu kini

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *