DEMA FEBI adakan Webinar Internasional Guna Kuatkan Industri Halal Indonesia

Sumber foto: Dokumentasi Dema Febi

Klikdinamika.com, Salatiga- Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) adakan webinar internasional dalam rangka Economic Festival guna kuatkan industri halal di Indonesia, Minggu (24/10/2021).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Strengthening of The Halal Industry Towards Indonesia as The Center For Global Islamic Economy” dan diadakan secara daring melalui zoom, dengan menghadirkan dua orang pakar yang ahli dibidangnya, Dato’ Prof. Sudin bin Haron (Presiden Kuala Lumpur Business School Malaysia), Hj. Amalia Jayanti Abdullah, S.E., BBA (Direktur PT. Geber Ekspor Indonesia & Pengurus Pusat MES Indonesia), serta dimoderator oleh Hamdan Yuafi, S.E., M. E. (Pendamping Sosial di Kementerian Sosial Republik Indonesia) dan Rosana Eri Puspita, M.B.A. (Dosen FEBI IAIN Salatiga).

Muhammad Zainal Mahmud selaku ketua panitia menjelaskan, pihaknya ingin memberikan ilmu tentang penguatan industri halal kepada mahasiswa serta masyarakat umum.

“Kami ingin memberikan ilmu untuk penguatan industri halal menuju Indonesia sebagi pusat ekonomi syariah. Dengan industri halal nantinya, dimungkinkan mahasiwa maupun pemuda bisa meningkatkan gerakan tersebut. Sebab, industri halal sangat penting. Sehingga bisa meningkatkan ekonomi Islam,” terangnya.

Dato’ Prof. Sudin bin Haron saat penyampaian materi mengatakan, Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri halal.

“Tentu saja, potensi yang besar ini merupakan implikasi dari banyaknya jumlah penduduk muslim di Indonesia. Indonesia menyumbang 12,7 persen populasi muslim di dunia,” ujarnya

Selain itu, Global Islamic Economy Report oleh Thomson Reuters bekerja sama dengan Dinar Standard mencatat bahwa secara global, umat muslim menghabiskan 1,2 triliun dolar AS untuk makanan dan minuman, lanjutnya.

“Melihat perkembangan yang begitu pesat dan peluang yang besar, banyak negara mulai memfokuskan perkembangan industri halal untuk mencapai pasar-pasar dunia. Namun, bukan saja negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim saja, bahkan Korea Selatan, Jepang, dan Spanyol telah memiliki kegiatan industri halal di negaranya,” imbuhnya.

Pemateri berikutnya, Hj. Amalia Jayanti Abdullah, S.E., BBA., selaku Direktur PT Geber Ekspor Indonesia dan Pengurus Pusat MES Indonesia, menambahkan, untuk mencapai industri halal harus dengan menerapkan produk maupun program-program yang bersertifikasi halal.

“Jadi, untuk menerapkannya kita tidak cukup dengan kebiasaan, tetapi bagaimana kita tertarik pula dengan keuangan Islam, keuangan syariah, dan penggunaan pariwisata yang ramah terhadap muslim,” terangnya.

Diakhir, Zainal Mahmud menambahkan, kondisi masyarakat muslim Indonesia sekarang menduduki mayoritas. Namun terkait halal, masih kurang. Setidaknya, kita sebagai jebolan dari PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) bisa meningkatkan atau menciptakan industri dibidang halal. Sehingga, kita juga bisa meningkatkan ekonomi Islam. (Ana Putri/Nisa/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *