Meningkatkan ‘Softskill’ dengan Membatik

Pelatihan membatik mahasiswa Bidik Misi.
Pelatihan membatik mahasiswa Bidik Misi.
Pelatihan membatik mahasiswa Bidik Misi.

Klikdinamika.com, Salatiga – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga mengadakan Pelatihan Batik Tulis Bagi Mahasiswa Bidik Misi angkatan 2016, Rabu, (29/11). Pelatihan ini dilaksanakan di halaman Gedung Hasyim Asy’ari kampus 3 yang diikuti oleh 48 mahasiswa. Kegiatan ini merupakan program yang diadakan untuk mahasiswa bidikmisi angkatan 2016 semester 3 selain Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Hal itu karena mahasiswa Bidik Misi FTIK telah mengadakan pelatihan kepramukaan. Setiap angkatan mahasiswa bidikmisi selalu diadakan program kegiatan untuk menunjang kemampuan non akademik, salah satunya adalah pelatihan membuat batik tulis untuk angkatan 2016. Program yang diberikan merupakan program yang berbeda untuk setiap angkatan. Pada angkatan sebelumnya (angkatan 2015) program yang diberikan adalah design grafis.

“Bidik misi ada kegiatan untuk menunjang non akademik untuk membekali mahasiswa dalam hal tertentu, salah satunya yaitu pelatihan batik tulis ini,” tutur Edi Kuswanto, Kepala Bagian Bidang Kemahasiswaan.

Edi menambahkan, dengan diadakan pelatihan ini, diharapkan mahasiswa dapat belajar membuat batik tulis dengan teknik yang baik dan benar. Sehingga ilmu yang mereka dapatkan dapat bermanfaat dalam kehidupan mereka. Dengan modal kemampuan membuat batik ini dapat memberikan dampak pada income dan sebagai bekal hidup.

Pihak kampus bekerjasama dengan Paguyuban Batik Salatiga untuk menjadi mentor mahasiswa. Pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai dari Selasa-Kamis 28-30 November 2017. Pada hari pertama mahasiswa dilatih untuk membuat design sendiri, kemudian di hari kedua masuk proses canting (membatik), dan di hari ke tiga pewarnaan. Pihak Paguyuban Batik mengerahkan lima orang untuk menjadi mentor di kegiatan ini.

“Untuk mahasiswa lebih cocok dengan canting, karena bisa design sendiri dan mewarnai sendiri,” ujar Siti, salah seorang mentor Pelatihan Batik Tulis.

“Pelatihan ini merupakan pelatihan gratis karena biaya telah ditanggung oleh lembaga yang diambilkan dari dana penunjang akademik dan non akademik mahasiswa bidikmisi. Hasil karya yang telah selesai akan diberikan kembali kepada pemilik (mahasiswa). Rencananya, lembaga akan membuat semacam Laboratorium Batik, dimana segala peralatan batik tersedia disana dan mahasiswa dapat belajar membatik di lab tersebut,” ujar Edi.

Program ini disambut hangat oleh mahasiswa. “Senang dan bangga karena bisa belajar membatik. Belajar membatik sama dengan mempelajari budaya Indonesia,” tutur Fitri, Mahasiswa Bidik Misi.

Fitri menambahkan, manfaat pelatihan ini pun dirasa memberi dampak positif bagi mahasiswa untuk bekal hidup setelah kuliah.

“Yang diperlukan bukan hanya kemampuan akademik, namun non akademik juga perlu ditingkatkan. Harapannya dengan adanya pelatihan ini, mahasiswa bidik misi menjadi pelopor untuk menjaga dan melestarikan budaya Indonesia salah satunya yaitu membatik,” tukasnya. (Tri/Fat/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *