Sumber Foto: Istimewa
Klikdinamika.com— Universitas Balakarta menggelar Kuliah Pakar yang ke-8 dengan tema “Muda, Berkelana, dan Sejauh Mana Peran Buku di Kehidupan Manusia” di Sanggar Belajar Universitas Balakarta, Nogo, Salamsari, Kedu, Minggu (18/01/2026).
Universitas Balakarta merupakan sebuah komunitas berbasis literasi di Temanggung, Jawa Tengah, yang berfokus pada pendidikan alternatif melalui diskusi santai atau kuliah tongkrongan, bukan universitas formal seperti umumnya.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Universitas Balakarta ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Alwi Johan, kreator konten asal temanggung sebagai dosen, serta Lailatul Fadhilah Jamil yang berperan sebagai asisten dosen.
Khoirul, rektor atau ketua komunitas ini menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat aktivitas pendidikan alternatif di Universitas Balakarta, khususnya dalam menjangkau masyarakat desa dan pemuda-pemuda desa melalui ruang belajar yang lebih terbuka.
“Jadi, Universitas Balakarta ini bergerak di pendidikan alternatif dan kami menyasar masyarakat desa serta pemuda desa. Karena itu, kami menghadirkan sosok yang berpengaruh di dunia literasi seperti Alwi Johan untuk berbagi pengalaman berkelana dan membaca kepada teman-teman di Balakarta,” ungkap Khoirul.
Pemilihan tema kegiatan diambil karena tema tersebut dinilai relevan dengan kondisi dan minat anak muda saat ini, khususnya karena Alwi Johan juga memiliki ketertarikan untuk berbagi gagasan dan pemikirannya di Universitas Balakarta.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang belajar alternatif yang dekat dengan realitas anak muda, khususnya di desa ya, sekaligus membuka diskusi kritis tentang peran buku dalam proses berkelana dan memahami kehidupan,” ungkapnya.
Alwi Johan, narasumber utama, mengaku tidak menyangka dan sangat mengapresiasi semangat para peserta yang hadir. Ia mengungkapkan bahwa alasannya bersedia mengisi acara ini adalah karena ketertarikannya untuk berbagi pengalaman berkelana dan membaca kepada generasi muda.
“Egois sekali ketika saya menyimpan ilmu saya hanya untuk diri saya sendiri. Saya percaya cara terbaik agar ilmu benar-benar tertancap di ingatan bukan hanya dengan menulis atau membacanya, tetapi dengan mengajarkannya dan menyebarkannya kepada orang lain,” ujar Alwi.
Alfianaja, peserta yang hadir, memberikan kesan positif terhadap acara ini. Ia mengaku tertarik mengikuti kegiatan ini karena tema yang diangkat dinilai relevan dengan kondisi dirinya saat ini.
“Sebenarnya ada dua hal yang membuat saya tertarik. Pertama karena yang menyelenggarakan Universitas Balakarta, dan kedua karena temanya menarik. Kebetulan saya juga sedang mulai suka membaca buku, jadi temanya relevan dengan hidup saya,” tuturnya.
Uzami, peserta lainnya, menyampaikan kesan serupa. Ia mengaku bahwa kegiatan ini memberinya sudut pandang baru mengenai makna berkelana dan peran buku dalam kehidupan.
“Yang berkesan selama kegiatan berlangsung, saya bisa membuka wawasan tentang arti berkelana dan bagaimana buku itu sangat bermanfaat dalam kehidupan, bahkan bisa mengubah hidup seseorang,” ujarnya.
Ia pun berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan kedepannya, sebab menurutnya kegiatan tersebut dapat membuka pengetahuan baru bagi generasi muda.
“Untuk harapan saya sendiri, semoga saya bisa mengikuti kegiatan-kegiatan seperti ini. Harapan lainnya semoga kegiatan yang seperti ini terus ada, karena kegiatan yang seperti ini dapat membuka wawasan untuk generasi muda,” pungkasnya. (Najma/Red)





