Sumber Foto: Khilmi/DinamikA
Klikdinamika.com–Komunitas Mlaku Magelang menggelar kegiatan walking tour bertajuk Memento Mori (ingatlah mati) untuk mengenalkan sejarah Kota Magelang dengan mengunjungi beberapa tempat bersejarah, salah satunya Gerbang Kerkhof, Minggu (18/01/2026).
Selain mengunjungi gerbang dan pemakaman, peserta juga diajak berjalan kaki dari IKM Center Magelang menuju bekas rel kereta api sambungan Magelang-Yogyakarta, pasar induk tertua di Kota Magelang, stasiun Magelang pasar, bekas bioskop gedung globe, makam Johannes Van Der Steure, serta tempat sejarah sekitarnya.
Peserta juga diajak mengenal kuliner tradisional yang sudah ada sejak dahulu. Kegiatan ini diikuti sekitar 40 orang peserta. Tidak hanya masyarakat Magelang tetapi juga ada yang dari luar kota.
Dalam kegiatan walking tour kali ini, Chandra, pendiri Mlaku Magelang sekaligus pemandu tur, mengingatkan kepada publik tentang keberadaan pemakaman besar yang kini telah hilang dan hanya menyisahkan satu kompleks makam tokoh penting.
“Kita ingin memberi tahu kepada teman-teman bahwa di Magelang pernah ada pemakaman besar yang hilang dan hanya menyisahkan satu kompleks pemakaman tokoh penting saja,” jelasnya.
Menurutnya, potensi yang masih perlu ditingkatkan ialah potensi sejarahnya. Ia mengatakan bahwa akhir-akhir ini Magelang sedang giat-giatnya membangun dan sering menghancurkan bangunan-bangunan tua yang bersejarah. Ia juga menuturkan bahwa tanpa bangunan tua bersejarah, Magelang tidak punya identitas kota. “Jadi tanpa bangunan-bangunan tua ini sebagai penguat identitas kota, maka Magelang tidak akan punya identitas lagi,” tambahnya.
Harapan Chandra dari kegiatan ini, output-nya agar anak-anak muda atau siapapun bisa mengenalkan dan mencintai Kota Magelang dengan caranya.
“Mungkin teman-teman lain bisa terinspirasi untuk membuat sketsa, foto, vlog, atau apa pun itu yang bisa mengangkat kota Magelang,” tuturnya.
Faris, salah satu peserta dari Kecamatan Secang, Magelang, menjelaskan bahwa ia tertarik ikut kegiatan Mlaku Magelang karena kesenangan sejarah serta ingin mengenal lebih dekat sejarah lokal.
“Saya baru tahu sejarah lokal itu pas Sekolah Menengah Akhir. Jadi kayak menarik dan ketika kuliah kebetulan ambil jurusan sejarah,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan harapannya untuk kegiatan Mlaku Magelang kedepannya dapat terus konsisten dan berkelanjutan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah kota, serta melibatkan lebih banyak anak muda agar semakin mengenal sejarah Kota Magelang.
“Mungkin kedepannya tetap konsisten, kontinu dengan kolaborasi-kolaborasi. Sudah banyak kolaborasi juga Mlaku Magelang dengan event-event pemerintah kota dan yang lain. Dan juga mungkin lebih menggait anak-anak muda untuk lebih bisa mengenal sejarah kotanya.” pungkasnya. (Khilmi/Red)





