KKN 2024 Dilaksanakan Juli Akhir, LP2M: Bisa Sambil Magang

Ketua LP2M, Hammam, saat ditemui reporter DinamikA (Sumber Foto: Haidar/DinamikA).

Klikdinamika.com– Juli mendatang, Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga bakal melaksanakan tiga Kuliah Kerja Nyata (KKN) sekaligus, yaitu: KKN Reguler-Tematik, Nusantara, dan Internasional. Hal ini disampaikan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Hammam, pada Senin (10/6/2024).

Hammam menyampaikan, KKN RegulerTematik yang bakal digelar pada semester ganjil tahun 2024 ini akan berbeda dari tahun sebelumnya. Pasalnya, KKN ini akan dimulai pada Juli-Agustus, bersamaan dengan KKN Nusantara dan Internasional. 

“Jadi, semua dilaksanakan bersamaan. Yang Reguler akan kita mulai 20 Juli sampai 31 Agustus, yang KKN Nasional mungkin kita mulai pertengahan Juli. Lalu, untuk KKN Internasional, tanggalnya kemungkinan 20 Juli. Pokoknya, mereka selesai rata-rata minimal sebulan, maksimal 40 hari,” jelasnya.

Bagi mahasiswa semester 7, pelaksanaan KKN Reguler-Tematik berbarengan dengan magang dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Menurut Hammam, selama 40 hari, mereka bisa melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di luar kegiatan magang atau PPL. 

“KKN Tematik atau KKN Terintegrasi, tapi kita menyebutnya Reguler. Untuk lokasi sendiri, sesuai mahasiswa melakukan PPL atau magang. Jadi, lebih fleksibel sekarang,” ujarnya.

Dia memberi penjelasan contoh mekanisme KKN yang akan dijalani mahasiswa FTIK semester 7 mendatang.

“Nanti, yang semester 7 di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), kan, sedang PPL. Misalnya, kegiatan di luar PPL, dia bisa mengembangkan ekstra Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di lingkungan sekolah atau di lingkungan sekitar sekolah,” jelasnya.

“Jadi, kegiatan mengajar PPL itu masuk program sendiri, enggak boleh diakui sebagai kegiatan KKN. Jadi, mengajar (red: PPL), setelahnya melakukan kegiatan seperti mengaji, membina pramuka, atau membina di masjid,” lanjutnya. 

Dia juga memberi contoh mahasiswa Program Studi Psikologi Islam.

“Nah, kalau yang tidak mengajar, bisa dilakukan di lingkungan magang atau di sekitar magang. Contohnya mungkin mahasiswa jurusan Psikologi Islam magang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Dia magangnya satu kegiatan sendiri. Ketika dia melakukan kegiatan di masjid RSUD selama 40 hari, maka dia (di)kategorikan KKN atau istilahnya pengabdian,” terangnya.

Hammam menerangkan, KKN Reguler itu sama dengan KKN Tematik. Persyaratannya juga hampir sama–harus menyelesaikan 100 SKS. Dalam KKN kali ini, mahasiswa dibebaskan memilih tema masing-masing, Menurutnya, KKN seperti ini lebih efisien.

Perihal KKN Nusantara

Hammam kemudian menjelaskan tentang KKN Nusantara yang sedang dalam tahap seleksi.

“Sudah dijalankan dan akan ada seleksi wawancara pada tanggal 12 Juni. Kita akan memulai berangkatkan mungkin antara 10 Juli-17 Juli, tergantung kesiapan mitra kita. Yang jelas, penarikannya 17 Agustus,” ujarnya.

Hammam menyebutkan banyaknya pendaftar KKN Nusantara dan jumlah peserta yang akan terpilih.

“Ada peserta pendaftaran 27 orang dan sedang proses seleksi wawancara besok hari Rabu. Jadi, kita akan memilih 10 orang dari total 27 itu,” ucapnya.

Sepuluh pendaftar terpilih itu akan dikirim ke dua lokasi.

“Jadi, 5 orang kita kirim Palangkaraya, Kalimantan ada IAIN Palangkaraya, Sekolah Tinggi Hindu Negeri Palangkaraya. Lalu, 5 orang lagi kita tempatkan di Cigugur, Kuningan,” jelasnya.

Hamam menegaskan, peserta KKN Nusantara harus aktif dalam organisasi, baik intra maupun ekstra kampus.

“Syaratnya harus modal organisasi aktif intra dan ekstra. Jadi, biar mampu melakukan, berartikulasi, bekerja tim, kemampuan manajerial, dan confident menyampaikan pendapat. Karena, saya melihat KKN Reguler, semua yang jadi ketua kelompok adalah mahasiswa yang aktif di organisasi,” tegasnya.

Kampus akan memberikan fasilitas tiket bagi peserta KKN Nusantara.

Perihal KKN Internasional

Menengok yang sudah lama diadakan oleh FTIK, di akhir, Hammam juga menjelaskan perihal KKN Internasional.

“Pengabdian Internasional ini sudah lama. Di FTIK sendiri, sudah ada sejak tahun kemarin di Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN). Jadi, FTIK menjadi pionir yang melakukan KKN luar negeri. Untuk penugasan akhir, tidak jauh beda dari KKN Reguler, yaitu: memberi laporan, presentasi, membuat artikel jurnal, dan podcast,” jelasnya.

Beberapa negara di Asia Tenggara dan Asia Barat akan menjadi tujuan KKN Internasional.

“Ada beberapa tempat: Kamboja, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Turki. Kalau di Turki, syaratnya pendaftaran harus 12 orang, karena permintaan Istanbul Foundation, supaya bisa meng-cover tiket kita yang menanggung. Malaysia ada beberapa seperti UMS, dan lain-lain. Jadi, kita menyiapkan wawasan luas,” ungkap Hammam.

Hammam menekankan, mahasiswa wajib memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang mumpuni jika hendak mengikuti KKN Internasional .

“Kalau syaratnya, yang pertama Bahasa Inggris mahasiswa harus lancar,” ucanya.

Berbeda dengan KKN Nusantara yang akan difasilitasi tiket oleh pihak kampus, pada KKN Internasional, mahasiswa harus menanggung biaya tiket dan makan sendiri. Untuk tempat tinggal, pihak kampus akan menegosiasikan dengan lembaga yang telah memiliki Memorandum of Understanding (MOU).

“Di luar negeri, untuk tiket ditanggung mahasiswa termasuk makan. Sementara kita akan menegosiasikan tempat tinggal. Jadi, tempat tinggal mereka di luar negeri bisa kita tanggung dengan lembaga yang sudah MOU dengan kita,” kata Hammam.

Hammam menjelaskan, keberangkatan ke Turki akan lebih lambat daripada keberangkatan ke negara-negara tujuan di Asia Tenggara.

“Untuk di Turki supaya tiket murah karena cuaca, suhu, dan faktor lain, maka kita akan melakukan kegiatan pada akhir Agustus sampai akhir September, atau awal September sampai akhir September. Jadi, nanti kita lihat yang daftar. Kalau yang ada di Asia Tenggara, antara Juli akhir dan Agustus awal. Tanggalnya kemungkinan 20 Juli sampai 31 Agustus,” ujarnya.

Di akhir, Hammam menekankan nilai filosofis pengabdian masyarakat sebagai transisi dari kehidupan akademik mahasiswa ke dunia profesi.

“Pengabdian masyarakat itu, nilai filosofisnya adalah transisi pengenalan mahasiswa yang sudah bergelut di akademik. Jadi, sebelum mereka kembali ke profesi masing-masing, ada yang namanya pengabdian masyarakat, yang melatih bagaimana berinteraksi dengan masyarakat,” pungkasnya. (Joysi/Haidar/red)

2 Komentar

  1. Mazroatul Hasanah Balas

    Izin bertanya pak, bagaimana bagi mahasiswa yang mendapat tempat magang di bulan September, apakah boleh KKN dilakukan terlebih dahulu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *