Sumber Foto: Alya/DinamikA
Klikdinamika.com–Pembangunan gerbang selatan Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga telah rampung sejak Desember 2025. Namun, hingga berita ini terbit gerbang tersebut belum difungsikan sehingga mahasiswa masih menantikan kepastian terkait digunakannya gerbang baru tersebut, Rabu (11/3/2026).
Surya, Kepala Biro Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan (AUPK) UIN Salatiga menjelaskan bahwa secara umum pembangunan gerbang telah selesai. Namun, masih terdapat beberapa bagian bangunan yang belum sesuai dengan spesifikasi awal sehingga perlu diperbaiki oleh pihak penyedia.
“Kemarin sebenarnya sudah selesai, hanya ada beberapa spesifikasi yang tidak sesuai dengan rencana awal. Misalnya desain pintu gerbang yang berbeda dari perencanaan awal. Karena itu kita minta rekanan penyedia untuk memperbaiki,” terangnya.
Surya memperkirakan pembukaan akses gerbang selatan dapat difungsikan mulai awal bulan April 2026 setelah proses perbaikan selesai dilakukan. Surya menjelaskan, pembangunan akses jalan selatan ini dilakukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang sering terjadi di sekitar pintu masuk utama kampus khususnya di putaran depan Masjid Baitussyukur.
Menurutnya, sekitar 70% mahasiswa UIN Salatiga berasal dari wilayah selatan kampus seperti Kecandran, Pulutan, dan Tingkir, sehingga mobilitas dari arah tersebut cukup tinggi.
“Mahasiswa kita itu sekitar 70% berasal dari selatan kampus seperti Kecandran, Pulutan, Tingkir, dari arah-arah selatan. Ada titik crowded yaitu di putaran depan Masjid Baitussyukur, karena mahasiswa yang datang dari arah selatan harus berputar di sana untuk masuk ke kampus,” jelasnya.
Kondisi tersebut, kata Surya, sering memicu kemacetan bahkan kecelakaan bagi mahasiswa yang hendak memasuki area kampus. Oleh karena itu, kampus merencanakan pembuatan akses jalan baru yang langsung terhubung ke arah Pulutan.
“Solusinya adalah dibuat akses dari kampus UIN ke arah Pulutan, karena mahasiswa kita banyak berasal dari daerah Kecandran, Pulutan, Tingkir, dan sekitarnya. Jalur ini dinilai lebih aman karena kendaraan dari arah selatan bisa belok di lampu merah Pulutan,” jelasnya.
Lia, mahasiswi UIN Salatiga yang sering melewati jalur selatan, menilai akses gerbang selatan cukup membantu mobilitas mahasiswa.
“Kalau tanggapan saya selaku mahasiswi UIN Salatiga sih, akses ini cukup membantu. Apalagi saya juga masih pemula dalam mengendarai sepeda motor, tentunya saya perlu kewaspadaan tersendiri agar tidak terjadi kecelakaan ketika saya mengemudi,” jelasnya.
Lia juga mengatakan bahwa ia menantikan pembukaan gerbang baru tersebut. “Tentu saya menantikan, karena tidak perlu lagi melewati jalan besar dan tinggal jalan lurus sampai keluar gerbang, lebih efisien waktu, tenaga, dan lebih aman,” tuturnya.
Stevi, mahasiswi UIN Salatiga lain, berpendapat jika akses gerbang selatan dibuka akan mempermudah akses bagi mahasiswa UIN yang datang dari arah selatan seperti dirinya. Dirinya juga mengkhawatirkan jika nantinya gerbang baru tersebut ke depannya tidak terus difungsikan.
“Aku mikirnya, akan lebih deket ya kalau disini (red: gerbang selatan) dibangun jalan, tapi semisal gerbangnya nanti mati kayak di audit gitu, ditutup terus, kan juga kayak buat apa gitu ya?” ujarnya. (Alya/Suryani/Red)





