klikdinamika.com

Tinggal di Antara Kepulangan

Tinggal

Sumber Foto: Pinterest

Oleh: Juliana Rahmadinanda

Liburan datang…
seperti kabar gembira
yang hanya berhenti di mulut orang lain.
Terminal penuh oleh perpisahan,
koper diseret bersama rindu.

Sementara aku…
tetap tinggal
di bangku kota yang sama, Salatiga.
Menyimpan langkah-langkahku
yang tak beranjak ke mana-mana.

Jalanan menghafal sepi,
kos menggemakan kesunyian.
Aku menonton kepulangan
seperti hujan dari balik jendela,
namun tak pernah benar-benar sampai.

Liburan ini sunyi.
Ia tidak memeluk.
Tidak mengantar pulang,
hanya menaruhku
di tengah perantauan.
Tanpa pilihan selain bertahan.

Di Salatiga,
aku belajar bahwa tinggal
adalah bentuk paling jujur dari kehilangan.
Dan menunggu
adalah cara paling pelan
untuk memahami diri sendiri.

Sebab tidak semua liburan
harus berpindah.
Sebagian hanya meminta kita diam.
Hingga makna menemukan jalannya sendiri

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *