Soal Tiga Nama Kakak Asuh, Dema-U: Itu Miskomunikasi di Kami

Dialog antara Dema-U dan Dema Fasya dengan LPM DinamikA. (Sumber Foto: Faiz/DinamikA)

Klikdinamika.com- Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga dan Dema Fakultas Syariah (Fasya) menjelaskan tiga orang yang disinggung dalam opini “Tiga Orang Titipan Kakak Asuh PBAK, Tidak Lolos Seleksi Berkas Tapi Lolos Kakak Asuh” di Menepilah Cafe & Collaborative Space, Selasa (2/7/2024).

Ketua Dema UIN Salatiga, Miftah Chaerodin, menjelaskan bahwa tiga orang tersebut—yaitu Ilma Yuni Faticha, Ilham Jaya Kusuma dan Sani Khoirun Nisa—telah mengikuti mekanisme perekrutan kakak asuh yang ada. Namun, nama mereka tidak tercantum dalam dokumen pengumuman lolos seleksi berkas.

“Mereka sudah mengumpulkan (berkas-red), sesuai dengan timeline yang ditetapkan,” ujarnya.

Kemudian, ketiganya mengonfirmasi hal itu ke Dema Fasya. Koordinator Fasilitator (Korfas) Fasya lalu berkomunikasi dengan Korfas-U yang membidangi masalah kakak asuh. Setelah itu, Dema-U memutuskan agar ketiganya diikutkan screening terlebih dahulu sembari pengumuman itu direvisi.

“Karena mereka punya hak untuk ikut,” ucapnya.

Menurut Miftah, Dema-U telah merevisi pengumuman lolos seleksi berkas berdasarkan data terbaru. Namun, hingga beberapa hari pasca penetapan nama-nama kakak asuh yang lolos, draf revisi itu belum dipublikasikan.

“Itu miskom di kami. Jadi bukan titipan, tiba-tiba serta-merta ada dan tidak ikut mekanisme yang ada,” katanya.

Kepada pembaca, Miftah berharap agar lebih teliti dalam membaca, melihat dari dua sisi, melakukan klarifikasi, dan tidak terburu-buru menyimpulkan atau menghakimi.

“Apalagi, jelas-jelas di situ dituliskan ‘opini’. Banyak yang menganggap itu berita yang sebenarnya. Ini kan juga termasuknya kurang lengkap dalam pembacaan, mencerna, suatu informasi,” ungkapnya.

Ketua Dema Fasya, M. Rizki Pirmansyah, menyatakan tidak ada campur tangan organisasi mahasiswa ekstra kampus (Ormek) sama sekali dalam pemilihan kakak asuh dan pengurus.

“Kami sangat profesional dan inklusif, membuka dan terbuka untuk semuanya kalangan, yang memang mempunyai kapasitas dan kualitas yang bagus,” ujarnya. 

Tentang tindakan akun Instagram Dema Fasya yang memposting ulang press release dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Syari’ah Zubair Umar al-Jailani, Rizki mengaku ada perangkat tidak dikenal yang login ke akun itu.

“Setelah ditelisik, lokasinya ada di Semarang dan Surabaya. Itu yang membingungkan kita,” ucapnya.

Anggota Divisi Media Dema Fasya, Izlal Nabil Khaiqal, menyatakan sama sekali tidak tahu siapa yang memposting ulang press release tersebut. Saat dia mengetahui ada tindakan itu, ia langsung menarik postingan ulang tersebut.

“Karena, menurut saya, nggak pantes kalo misalkan dalam keadaan seperti ini Dema Syariah juga ikut terlibat harus nge-repost hal itu,” ungkapnya. (Faiz/Red)

18 Komentar

  1. Andrei Petrovich Bersenev Balas

    we know the truth. and the truth will speak to our heads!

  2. Jovistarfranky Balas

    kenapa bisa miskom?
    Mereka sudah mengumpulkan (berkas-red), sesuai dengan timeline yang ditetapkan,” ujarnya. ini ada bukti yang kuat ngga saya minta jangan ujarnya aja, kurang srek di mahasiswa umum
    draf revisi itu belum dipublikasikan.kenapa belum di publikasikan? kan masalah ini sudah menyebar luas.Jadi bukan titipan, tiba-tiba serta-merta ada dan tidak ikut mekanisme yang ada,” katanya.kenapa hal ini bisa terjadi?
    Setelah ditelisik, lokasinya ada di Semarang dan Surabaya. Itu yang membingungkan kita,ada bukti yang kuat? ss an kalo bisa kalo mau ngajakin ngopi ajakin aja @jovistarfranky_ itu Ig saya

  3. Gerakan mahasiswa salatiga Balas

    Namanya repost pasti di tag kan wkwkwk

    • Andrei Petrovich Bersenev Balas

      yes, memang pertanyaannya why u repost that shit?

  4. Om burhan Balas

    Skenario yang menarik, tapi cukup konyol soal peretasan akun dema
    Orang surabaya sama semarang mah kerja kita, bukan ngeretas akun dema uin untuk posting nggak guna
    Pinter dikit kalau mau ngibulin mahasiswa, apa dikira mahasiswa uin bodoh
    Terlalu fomo, lihat akun peemerintah keretas, ikut meretaskan diri
    Kocak lu

  5. Hamba Allah Balas

    Gw sendiri kalo daftar kasuh, nama gw gak ada di daftar seleksi berkas yaudah berarti ngerasa gak lolos seleksi berkas gitu aja sih, gak bakal konfirmasi sana-sini kenapa nama gw gak muncul (KALO GW Y)

  6. Cisssss Balas

    Tiba-tiba bgt login ke perangkat gak dikenal? wkwkwkwk, Sehat-sehat dehhhh…

  7. Mahasiswa Balas

    Kok yang speak up itu doang??? Tiga nama kakak asuh yang ikut keseret gak mau ikutan speak up kah?? Diem diem baee, beneran miskom doang apa egk tuh

  8. Ashil syan Balas

    Halah, Pinter amat bikin dalih.. Dikira sekali dua kali kejadian doang. Baru dapat jabatan kampus doang udah main *****.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *