Prosesi lomba (Sumber Foto: Tangkapan layar dari akun youtube Sekolah Karangturi)
klikdimanika.com– Seni Music Club (SMC) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga meraih gold medal kategori Folklore dalam kompetisi Karangturi International Choir Competition (KICC), pada Jumat, 14 November 2025. Rabu (09/11/2025)
KICC merupakan kompetisi paduan suara berskala internasional yang diadakan dua tahun sekali oleh Sekolah Nasional Karangturi. Tahun ini, kompetisi dilaksanakan di Gedung Liem Liang Peng, Semarang dimulai dari 12 – 15 November 2025.
Dalam kompetisi tersebut terdapat beberapa kategori perlombaan, salah satunya adalah Folklore, yakni paduan suara yang menampilkan lagu-lagu daerah. SMC menampilkan lagu Anging Mamiri dari Makassar, Sulawesi Selatan dan Cikala Le Pongpong dari Suku Pakpak, Sumatera Utara.
Malida,salah satu personil paduan suara SMC mengatakan bahwa peraihan gold medal di kompetisi KICC seperti hadiah wisuda baginya.
“Seneng banget sih, karena event wisuda ini kayak jadi hadiah buat aku selama bertahun-tahun di SMC dari awal kuliah, terus strugle sama latihan-latihannya, terus hampir wisuda, hampir pergi meninggalkan UIN Salatiga. Langsung dapat gold medal,“ kenangnya pada DinamikA saat diwawancarai seusai wisuda ke-10 Rabu (19/11/2025)
Nafis, selaku ketua umum SMC mengatakan bahwa dirinya bangga karena pertama kalinya SMC meraih gold medal. Ia juga mengatakan bahwa prosesnya yang memakan waktu menjadi tidak sia-sia.
“Yang pastinya bangga, ini gold medal pertama bagi SMC. Sebelum-sebelumnya itu dapetnya silver medal terus. Terus prosesnya juga lumayan memakan tenaga, terasa enggak sia sia,” ujarnya.
Selanjutnya, Nafis mengutarakan tantangan yang ia hadapi sebelum mengikuti kompetisi tersebut. Kata Nafis, budgeting menjadi tantangan utama, sebab ia harus memikirkan perihal rancangan dana untuk mengikuti kompetesi tersebut. Namun, ia bersyukur karena kampus memberikan support pada SMC.
“Yang pertama, nggak bisa dimungkiri, budgeting. Kan itu pendaftaran aja udah sebeberapa banyak. Kita harus pikir buat RAB (red: Rancangan Anggaran Biaya), rancangan dananya dari mana. Alhamdulillah-nya dari kampus juga udah support, jadi bahan bersyukur kita sendiri lah,” lanjutnya.
Dila, personil paduan suara yang lain juga mengutarakan tantangan yang ia hadapi. Kata Dila, banyaknya personil dalam paduan suara menjadikan jadwal latihan menjadi hal yang sulit.
“Dari kita sendiri menyatukan para pemain pemainnya itu agak susah dan mereka itu sangat banyak, sekitar 33 pemain dan ngatur jadwalnya susah, meluangkan waktunya untuk bisa latihan,” kata Dila. (Aftar/Sidqon/Red)