Gedung tim SAR (Sumber Foto: DinamikA/Dimas)
Klikdinamika.com–Dua nelayan berhasil dievakuasi tim SAR (Search And Rescue) setelah kapalnya terjungkal di Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Sabtu (03/01/2026).
Dua orang nelayan tersebut terdiri dari seorang Anak Buah Kapal (ABK) dan seorang Tekong (Pengemudi kapal). Keduanya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat oleh tim SAR Pantai Parangtritis.
Wahyu, petugas tim SAR Parangtritis mengatakan bahwa perahu terjungkal terjadi akibat gangguan mesin saat nelayan hendak mengambil jaring.
“Mesin mengalami trouble saat perahu hendak kembali ke tengah laut, kemudian gelombang besar menghantam dari belakang hingga perahu terbalik,” kata Wahyu.
Wahyu mengatakan bahwa saat perahu terjungkal, petugas sigap meresponsnya dengan langsung berenang menggunakan peralatan evakuasi.
“Teman-teman yang melihat kejadian itu langsung berenang menggunakan papan selancar dan juga pelampung untuk mengevakuasi kedua korban. Saat itu, prioritas kami memastikan ABK dan tekong dalam kondisi aman,” terang Wahyu.
Setelah korban dievakuasi ke darat, tim SAR bersama warga dan nelayan setempat mengevakuasi perahu ke tepian pantai.
“Setelah kita pastikan semua ABK dan tekong itu dalam kondisi baik, barulah kami melanjutkan proses evakuasi untuk mengambil perahu yang terbalik ke tepian pantai,” ujar Wahyu
“Prosesnya kami berenang ke tengah laut menggunakan pelampung dan papan selancar, kemudian perahu kami ikat dengan tali tambang dan kami tarik bersama-sama, dibantu warga sekitar, nelayan, dan juga pelaku wisata yang ada di tepian pantai, sampai akhirnya perahu tersebut bisa dievakuasi ke darat,” sambung Wahyu.
Di sisi lain, Wahyu menyebut bahwa perahu tersebut sudah dipantau sejak satu jam sebelum kejadian karena memasuki area berombak.
“Sejak awal kami sudah memantau karena biasanya tidak ada perahu yang masuk ke area berombak di kawasan Pantai Parangtritis,” ujarnya.
Terkait kejadian tersebut, Wahyu kembali mengingatkan nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut, termasuk memastikan kelayakan perahu dan mesin sebelum berangkat.
“Kami selalu mengingatkan nelayan untuk menggunakan life jacket atau pelampung serta memastikan kondisi perahu dan mesin layak digunakan,” ujarnya.
Selain kepada nelayan, himbauan juga disampaikan kepada pengunjung wisata agar mematuhi aturan keselamatan di kawasan pantai selatan.
“Kami berharap pengunjung tidak bermain air terlalu ke tengah, menghindari area rip current, dan mengikuti arahan petugas,” kata Wahyu. (Dimas/red)