klikdinamika.com

Grebeg Kupat Menjadi Simbol Meminta Maaf Saat Lebaran di Kabupaten Magelang

Kupat

Sumber Foto: Khilmi/DinamikA

Klikdinamika.com -Pemerintah Kabupaten Magelang mengadakan acara Grebeg Kupat untuk memeriahkan lebaran dan mengenalkan makna ketupat kepada Masyarakat di Lapangan Dr.H. Soepardi, Sawitan, Mungkid, Kabupaten Magelang, Sabtu (28/3/2026).

Rangkaian Grebeg Kupat diawali dengan kirab tujuh gunungan ketupat yang sudah disiapkan oleh Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Magelang. Kemudian, Kirab digelar dari Masjid Agung Jawa Tengah An-Nur hingga lapangan Dr.H. Soepardi lalu diakhiri dengan rebutan gunungan ketupat oleh warga yang datang. 

Sarengat, Sesepuh Dusun Ndawung mengatakan bahwa dulu Grebeg Kupat merupakan tradisi di Dusun Ndawung namun atas permintaan  bupati, tradisi ini dilaksanakan di Kabupaten Magelang.

“Di kabupaten baru dua kali ini, aslinya yang pertama dari Dusun Ndawung, Desa Banjarnegoro Kecamatan Mertoyudhan, lalu ada permintaan dari pak bupati ‘kalau diadakan di kabupaten gimana?’ saya bilang ‘bisa’ gitu,” jelasnya. 

Sarengat juga menjelaskan bahwa Grebeg Kupat tetap digelar di Ndawung terlebih dahulu baru digelar di Kabupaten Magelang. 

“Setiap tahun pasti ada, Kalau sini ndak pasti nek dulu kan setelah Ndawung baru sini (red: Kabupaten Magelang), kemarin Ndawung dulu lebaran lima hari, jadi acaranya itu ndak pindah tapi ada acara disini dan di Ndawung,” lanjutnya.

Grengseng Pamuji, Bupati kabupaten Magelang dalam sambutannya mengatakan bahwa Grebeg Kupat merupakan simbol untuk mengucapkan mohon maaf di hari raya supaya setelah ini kita bisa membangun kabupaten magelang dengan hati yang lapang.

Dinten meniko lumantar Grebeg Kupat kito wilujeng kelepatan, kito nggadahi niat becik kagem mruput kabudayan agung, supoyo saget mbangun Kabupaten Magelang kanthi manah ingkang padhang (Hari ini melalui Grebeg Kupat kita mohon maaf dari kesalahan, kita memiliki niat baik untuk melakukan budaya yang mulia, supaya bisa membangun Kabupaten Magelang dengan hati yang terang),” jelasnya.

Selain itu Grengseng juga berharap gunungan kupat yang dibuat dapat menjadi simbol kemakmuran dari tanah Kabupaten Magelang, diterima pengakuan kesalahan dengan empat tindakan, serta masyarakat dihindarkan dari iri dengki dan diberi hati yang saling mengasihi dan menjaga.

Mugi gunungan kupat saget dados simbol berkahing gusti saking bumi Kabupaten Magelang ingkang tansah subur makmur, ditompo papat sesarengan kanthi laku papat, dihindaraken sedoyo raos drengki saha srei kagem nggayuh karaharjaning gesang, (Semoga gunungan ketupat dapat menjadi simbol keberkahan Allah dari tanah kabupaten magelang yang subur Makmur, diterimanya empat dengan empat tindakan, dihindarkan dari semua perasaan iri hati dan dengki untuk mencapai kesejahteraan hidup),” tutupnya dalam sambutan. (Rifka/red)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *