Melihat Contekan Saat Debat, Kandidat HMPS Se-Febi Diragukan Mahasiswa

Klikdinamika.com, SALATIGA- Sejumlah mahasiswa ragukan Calon Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Se-Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Salatiga. Hal tersebut dikarenakan, saat debat para calon melihat contekan saat menjawab pertanyaan di acara Debat dan Uji Publik HMPS Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Rabu, (20/11/19). Salah satunya mahasiswa Akuntansi Syariah, Panji Basari (19) menuturkan bahwa dalam debat tersebut ada beberapa Paslon gunakan teks saat menjawab pertanyaan dari panelis dan audiens.

“Ada sebagian calon menggunakan teks dan catatannya begitu lengkap sekali sehingga menjawabnya benar-benar sudah menggunakan buku teks itu sendiri, padahal dengan adanya debat itu sendiri mereka sudah membuat konsepnya, nanti setelah mereka ditetapkan sebagai ketua HMPS pasti mereka sudah tau langkah ke depannya seperti apa, kenapa harus menggunakan teks,” tuturnya, Rabu, (20/11/19).

Hal serupa juga disampaikan oleh Anwar (20) Mahasiswa Ekonomi Syariah (ES) yang berpendapat bahwa Uji Publik dan Debat yang dilaksanakan kurang menarik. “Tidak terlalu seru dan kurang Kristis, mungkin banyak dari paslon terlalu tekstual dalam penyampaian argumen,” ungkapnya. Anwar menambahkan untuk meyakinkan audiens, seharusnya mereka memaparkan visi dan misi layaknya seorang dosen yang sedang menjelaskan kepada mahasiswa.

Dihubungi via WhatsApp (WA) seusai acara, Misbah Kandidat HMPS Manajemen Bisnis Syariah (MBS), mengklarifikasi bahwa kertas yang dibawa berisi undang-undang Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) dan visi misi nya sendiri. “Isi kertas itu tentang Senat Mahasiswa yang mengatur tentang pengurus HMPS seperti tugas, fungsi, dan hak-hak yang harus dilaksanakan oleh pengurus, sama visi misi yang sudah saya jabarkan,” tuturnya.

Rian Safrudin, anggota Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) FEBI mengatakan, saat Uji Publik setiap Calon Ketua HMPS diwajibkan membawa selembar kertas yang berisi visi dan misi serta digunakan untuk menulis pertanyaan dari panelis dan audiens. “Kalau untuk yang Uji Publik ketua HMPS memang harus membawa selembar kertas yang isinya visi misi. Saat menjawab pertanyaan itu seperti terlihat grogi, seolah-olah dia itu membaca. Entah itu membaca beneran atau grogi kepada audiens, disitu saya kurang tahu,” jelasnya. (Rizqa, Farah, Silva/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *