Puisi: Mati Rasa
Oleh: Sania Husnu Rahmatika Semua tampak bedaTak lagi samaMeski senyum tampak nyataNamun hati mengulum luka Netra ini tak bisa dustaMeneteskan air mata tanpa didugaMencoba kuat namun tersayatMencoba tegar namun gemetar…
Oleh: Sania Husnu Rahmatika Semua tampak bedaTak lagi samaMeski senyum tampak nyataNamun hati mengulum luka Netra ini tak bisa dustaMeneteskan air mata tanpa didugaMencoba kuat namun tersayatMencoba tegar namun gemetar…
Karya: Chaqiqotun Nurul Izzah Hari ini aku berdiri dengan seribu bisu yang berseteru Merasakan tetes-tetes darah itu di gagah merah putihmu Bayangan perjuangan begitu nyata berkecamuk Merasuk, sejarah itu benar-benar…
Oleh: Lilis Setyowati Usia yang tidak mudah. Semenjak berkepala dua, segala hal jadi begitu rumit, terkadang juga sesak. Aku di temukan pada satu malam yang benar-benar membuatku berfikir hingga overthingking.…
Oleh: Lulu Desty Pada angin yang datangKecewa dan remuk menyambutmu hembusanmu membawa debu menghirupmupun aku tak mau Mata terpejam seoalah pedih Pikiran melayang berseteru dengan mujarad Perasaan berkecamuk kian ambruk…
Karya: Chaqiqotun Nurul Izzah Terserak, kini bumiku merasa kalah telak Bercak-bercak keangkuhan manusia yang teramat banyak Serta egoisme yang tak juga beranjak Membuat bumi ini semakin tersedak Tanahku menangis, ada…
Oleh: Risqa Aulia Rokhmah Pagi ini seperti biasanya aku beranjak dari tempat tidurku untuk bersimpuh di hadapan-Nya. Di sepertiga malam ini aku biasanya mengadu dan bercerita panjang lebar kepada-Nya. Terutama…
Oleh: Isma Sabrina Bising nan gemerlapnya tak lagi bercahaya Bayu leluasa menyusuri hiruk-pikuk kota Ternyata, tanpa ada sapa Manusia terduduk kaku dalam nestapa Ratapi mengapa dunia jadi nelangsa Di sana-sini…
Oleh: Elvira S. Rosalina Kelabu semu warna-warna rupamu Merasuk ke dalam jiwa indrawi Kuasa meraba menjamah etika Bak sorot tajam bola mata serigala Nurani sanubari pupus entah kemana Anarki menggema…
Banyak yang bilang pelangi itu indah, tapi berapa dari mereka yang menghargai perbedaan?