Puisi: Matrik
Oleh: Merinda Eka C Aku ingin menyelam dalam legam korneamuMenjelajahi alur yang kau telusur sebagai kehampaanMenjelma rembulan yang kau pandang penuh harapanAku ingin menjadi sekat antara lakrimalismulMembendung bulir yang hampir…
Oleh: Merinda Eka C Aku ingin menyelam dalam legam korneamuMenjelajahi alur yang kau telusur sebagai kehampaanMenjelma rembulan yang kau pandang penuh harapanAku ingin menjadi sekat antara lakrimalismulMembendung bulir yang hampir…
Oleh: Nur Afifah Asfiyati Kita adalah aku dan kamu yang abadi. Berjalan sepanjang hari, menapaki bumi pertiwi. Saling menyempurnakan dalam hal apapun. Ketika seseorang berusaha memisahkan, jiwa kita yang mempersatukan.…
Oleh: Devi Tino Safitrianingsih Senyum sumringah terlihat sangat manis menghiasi raut wajah gadis cantik itu. Dia Violin Gracylin gadis baik, polos, dan tidak lupa paras wajahnya yang cantik. Tiba-tiba saja…
Oleh: Lilis Setyowati “Jod!, jangan jadi mandor! Kerja kerja kerja! Ngalamun bae!” ucap bapak dengan melotot. Aku berlari menujunya. Mengemasi buku gambar dan sebuah pena didalam tasku. Bukan, bukan tas,…
Oleh: Isma Sabrina Molek bunga mawar tak lagi mekar Dawai-dawai berduri kian mengakar Dua bocah kecil menatap langit penuh nanar Beberapa manusia dewasa mengusap peluh di dunia ingar bingar Apa…
Oleh: Anita Ayu Purnama Matahari sudah tidak seterik siang tadi, kini perlahan-lahan mulai sedikit menghangat, suasana kampus juga sedikit lebih senyap. Karena hari sudah menjelang sore hari, sedikit mahasiswa yang…
Oleh: Deizza (Chaqiqotun Nurul Izzah) Kesal, marah, kecewa Aku menjelma remahan pasir tak bernyawa Luka mengering bersama kepedihan yang belum tuntas Air mata tak henti-hentinya mengalir deras Sesal menjadi detik…
Oleh: Merinda Eka Cahyani Secangkir kopi tak beraroma. Hambar Pahit hingga ke dasar Ada rasa yang terkapar Di sudut hati yang lapar Hitamnya tak sepekat malam lalu Saat bisikmu…