Sumber Foto: Hajid Muwaffaq/Istimewa
Oleh: Hajid Muwaffaq/Kontributor
Kau adalah wujud trauma yang berdarah-darah
Kata-kata remuk kau lontarkan jauh-jauh, hingga sampai dan menderai pada hatiku
Memang kau begitu dekat dengan kata malang
Tapi perlu kau tahu!
Aku bukan seperti ayat suci yang memiliki penawar dari segala racun
Parau nadamu tercecer kental dalam ingatanku
Rumahmu begitu tajam dan dingin, dilengkapi beberapa mata kejam
Kata demi kata patriarki menyayat hatimu habis-habisan
Tak sudah-sudah sesak menggerayangimu
Kau semalang matahari, mati berkali-kali selepas matahari senja
Dan malam selalu menenggelamkanmu, lantas hatimu robek tersayat tajamnya kata dan pengakuan
Kiranya belum kau temukan tempat layak untuk menyinggahkan rapuhmu itu
Maka kemarilah! Dengan menggenggam kata barangkali
Kita akan berdansa dalam kiamat





