Sumber Foto: Mada/DinamikA
Klikdinamika.com –Jaga Baya Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jepara turut mengamankan pelaksanaan salat Idulfitri di Masjid Darussalam, Dusun Pule, Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Sabtu (21/3/2026).
Pengamanan yang dilakukan oleh Jaga Baya telah dilakukan sejak 2019. Jaga Baya Sendiri merupakan organisasi yang berada di bawah naungan PHDI Jepara.
Waluyo, Salah seorang dari Jaga Baya, menuturkan, bahwa penjagaan yang dilakukan oleh organisasi yang ia ikuti bermula dari kekhawatirannya terhadap kendaraan yang ditinggal saat umat islam berjamaah.
“Awal mulane ngeten. Ndisik kan ngebentuk, awak e dewe (red: Jaga Baya) melihat umat muslim ketika salat id kendaraannya berceceran. Terus dari pihak PHDI inisiatif untuk mengamankan. Kan itu harta benda ya. Kalau ditinggal, jangan-jangan dimanfaatkan oknum untuk keperluan pribadi,” terangnya.
Supriyanto, salah seorang umat Islam yang berjamaah di masjid tersebut, mengatakan, saat umat hindu tengah menjalani Nyepi, umat islam di desanya turut menghormatinya, seperti halnya hanya menyalakan pengeras suara-dalam masjid ketika mengumandangkan azan.
“Dua hari yang lalu, mereka (red: umat Hindu) tengah merayakan Hari Raya Nyepi. Dengan semangat toleransi, kita warga muslim, secara agama atau pemerintah desa sepakat untuk saling menjaga, menghargai, seperti misalnya azan atau sebagainya, hanya menghidupkan speaker dalam,” tulis Supriyanto dalam wawancara via WhatsApp.
Hal tersebut dikonfirmasi oleh Waluyo. Saat malam takbiran, umat islam di desanya tidak menggunakan pengeras suara-luar masjid. “Tidak pakai pengeras suara luar. Hanya memakai pengeras suara di dalam masjid saja,” ucapnya.
Waluyo berharap, lewat apa yang telah dia lakukan, kebersamaan antarumat beragama terus terjalin dan kian berkembang.
“Hubungan seperti ini (red: toleransi) yang sudah terjalin ini, saya harap semakin maju, semakin berkembang. Semakin merangkul dari pihak-pihak non-muslim, atau muslim. Sesama menyatukan kebhinekaan. Melangkah di dalam kebhinekaan bersama. Tidak mengesampingkan perbedaan. Membentuk toleransi,” harapnya. (Mada/Sidqon/Red)





