klikdinamika.com

Neg’ri Marjinal

Merdeka

Ilustrasi: Faza Fil Kaunain

      (di bawah langit yang warnanya tak pernah benar-benar biru)

Oleh: Julian Rembo/Teater Getar

indonesia atap rumah siapa
katanya atap rumah saya
indonesia tanah kaya raya 
mengapa rakyatnya sengsara 
katanya bebas bersuara 
dibungkam terancam nyawanya 
pajak setinggi puncak wijaya 
rakyatnya dirundung nestapa

pojok peta yang bengis dan terdengar sayup,
Kalah oleh suara perut yang kian redup.
Anak-anak mengeja mimpi di atas debu,
Sambil memungut harapan di sela-sela waktu.

Di sini, di selangkangan gedung-gedung tinggi, kalian pamerkan menu sehat di atas piring plastik,
Padahal konstitusi kalian robek dengan trik-trik licik.
di sini, di selangkangan gedung gedung tinggi, Kalian sebut ini pembangunan?
Kami menyebutnya penggusuran!
Mulut kami disumpal beton, mata kami dibutakan debu,
Sementara kalian bersetubuh dengan angka-angka palsu.

Jangan bicara moral jika keadilan masih bisa dibeli,
Jangan bicara gizi jika nurani kalian sudah mati berkali-kali.

Sebab sepotong daging takkan pernah bisa membungkam darah perlawanan yang tumpah!

t’riak merdeka s’moga merdeka tidak jadi ironi!

t’riak merdeka s’moga merdeka tidak jadi hiperbola! 

t’riak merdeka semoga merdeka tidak jadi bualan belaka! 

t’riak merdeka s’moga merdeka tetap berhakikat merdeka! 

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *