Sumber Foto: Fadlan/DinamikA
Klikdinamika.com – UKM Fair dalam rangkaian PBAK UIN Salatiga yang dijadwalkan berlangsung pukul 15.00–16.30 baru mulai diikuti mahasiswa-baru sekitar pukul 16.00. Keterlambatan tersebut membuat sejumlah UKM harus menunggu lebih lama, Kamis (20/8/2026).
Sebelum pelaksanaan, persoalan juga muncul saat penataan stan. Sejumlah anggota UKM bersama panitia harus menggeser stan secara gotong royong pada malam sebelum kegiatan karena ruang yang tersedia dinilai terlalu sempit.

Sumber Foto: Sidqon/DinamikA
Gustio, salah satu anggota UKM Bela Diri, mengatakan kondisi tersebut membuat sejumlah UKM bernegosiasi dengan panitia untuk mendapatkan ruang yang lebih memadai.
“Kalau kita lihat space yang kemarin itu sempit banget. Akhirnya teman-teman sempat bernegosiasi dengan pihak panitia dan akhirnya mendapatkan titik temu, yaitu menggeser stan bersama-sama, gotong royong,” ujarnya.
Penempatan stan, sebelumnya terletak di sekitar jalan dekat gerbang Auditorium UIN Salatiga. Setelahnya stan dipindah ke area parkir Auditorium.

Sumber Foto: Istimewa
Menanggapi persoalan penataan stan, Fajar, Koordinator PBAK Internal, mengatakan koordinasi dengan anggota UKM telah dilakukan sebelum pelaksanaan PBAK sebanyak dua kali, secara luring dan daring. Namun, kondisi lokasi di lapangan ternyata berbeda dari perkiraan awal panitia.
“Kita nggak lihat secara langsung di lokasi, kita ngasih gambaran di depan audit. Tapi ternyata beda sama yang kita angan-angankan,” terangnya.
Fajar menjelaskan, lokasi stan awalnya dipilih dengan pertimbangan akses agar mahasiswa baru dapat keluar melalui jalur tersebut, memutar, lalu kembali menuju auditorium. Namun, kondisi di lapangan ternyata lebih sempit dari perkiraan.
“Alasan tempat awal, karena akses. kalau asal kan aksesnya kita keluar dari sana jadi jalan, muter, masuk lagi ke audit, jadi kayak ular tangga gitu,” terangnya.
Selain itu, Fajar mengakui terdapat miskomunikasi mengenai penyediaan meja dan kursi. Panitia awalnya mengira fasilitas tersebut disiapkan oleh anggota UKM, sedangkan pada tahun sebelum fasilitas disediakan panitia.
Fajar mengatakan panitia kemudian ikut membantu memindahkan stan sebagai bentuk tanggung jawab dan mencari solusi atas kondisi tersebut.
“Kita menanggapi dengan seprofesional mungkin. Ketika memang salah kami, kami mengakui. Terkait tratak dirasa memang nggak sesuai, kita sama-sama pindahkan, kita cari solusi yang terbaik.” katanya.
Sempat Terjadi Kemoloran
Selain persoalan tempat, keterlambatan pelaksanaan UKM Fair juga menjadi keluhan bagi sejumlah pelaku UKM. Gustio mengatakan bahwa UKM-nya telah menyelesaikan persiapan sejak sekitar pukul 12.00 WIB.
“Rundown benar-benar tolong diperhatikan, dalam artian waktu sekecil apa pun itu, tolong untuk dimaksimalkan untuk para teman-teman UKM, agar mereka tidak menunggu terlalu lama, padahal kami sudah selesai tadi pukul 12 lebih dikit,” ujarnya.
Inatsan, salah satu anggota UKM Teater Getar juga menilai keterlambatan tersebut merugikan pelaku UKM. Ia mempertanyakan pengelolaan waktu dalam pelaksanaan kegiatan.
“Pertama di rugi waktu. Panitia nyusu-nyusu, fungsinya time keeper itu apa? kok bisa sampai semolor ini? Kan udah diperkirakan dan juga udah pemberian waktu,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan kekecewaannya terhadap pengelolaan waktu dan tempat yang menurutnya masih perlu diperbaiki.
“Kecewa berat. Dari tahun ke tahun tidak ada perubahan sama sekali terkait manajemen waktu dan juga manajemen tempat,” katanya.
Menanggapi keterlambatan tersebut, Kamalia, selaku bagian koordinasi acara menjelaskan bahwa kemunduran terjadi karena agenda sebelum UKM Fair tidak berjalan sesuai susunan acara, salah satunya penampilan UKM yang ia nilai banyak penambahan waktu.
“Terkait kemoloran itu nggak sesuai rundown-nya bagian pas penampilan UKM. Dari situ jamnya mundur-mundur semua. Dari situ kita juga harus menyesuaikan waktu ishoma-nya kapan, terus waktu untuk penutupannya, itu pun kita juga sudah mempersingkat juga,” jelasnya.
Menurutnya, beberapa plan susunan acara telah disiapkan untuk mengantisipasi perubahan kondisi, termasuk cuaca. Namun, keterlambatan agenda sebelumnya membuat rangkaian kegiatan berikutnya ikut bergeser.
Ke depannya, Kamalia berharap evaluasi dari pelaksanaan UKM Fair tahun ini dapat menjadi bahan perbaikan bagi kepanitiaan berikutnya.
“Kita tampung terkait evaluasi yang sudah terjadi hari ini. Dari panitia, harapanku besok juga bisa membenahi atau pun baiknya gimana bisa dilihat dari evaluasi yang sekarang,” pungkasnya. (Alya/Red)





