Banner yang ada di festival (Sumber Foto: Aulia Eka)
klikdinamika.com-Komunitas Latar Kalitan kembali menggelar Festival Sumur Wali untuk yang ke tiga kalinya dengan tema “Peran Budaya dalam Menjaga Lingkungan” yang bertempat di kawasan Sumur Wali, RW 04, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Sabtu (13/12/2025).
Kegiatan itu menjadi upaya pelestarian mata air dengan mengolaborasikan seni, budaya, dan tradisi lokal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Festival Sumur Wali pertama kali diadakan pada tahun 2018 oleh jaringan pegiat lingkungan Salatiga sebagai salah satu upaya konservasi terhadap mata air Sumur Wali dengan kegiatan awal sekadar bersih-bersih dan kemudian berkembang menjadi sebuah wadah bagi masyarakat untuk turut terlibat dalam pelestarian alam.
Menurut Teny, Ketua Komunitas Latar Kalitan, festival itu bergerak secara spesifik di lingkungan adat Sumur Wali dan menemukan delapan titik sumber mata air yang bernama ‘Sumur Wali’. “Kami sudah observasi di lingkungan Salatiga, mata air serupa dengan sebutan Sumur Wali tercatat ada 8 titik,” katanya.
Harapannya festival selanjutnya dapat dilakukan secara berputar di mata air Sumur Wali yang masing-masing memiliki budaya adat yang dapat dikolaborasikan dengan upaya konservasi. “Untuk kedepannya, festival itu diharapkan dapat dilaksanakan secara berputar dengan mengolaborasikan adat budaya setempat sebagai kampanye lingkungan,” tambahnya.
Festival itu secara langsung menjadi upaya dalam menjaga keberadaan sumber mata air di daerah tersebut. Dan di setiap daerah yang memiliki sumber mata air terdapat budaya pengkramatan yang berdampak pada terjaganya kelestarian mata air.
Di era yang sudah mulai berkembang, mata air itu dapat menjadi alternatif ketika PDAM mati dan juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan spiritual. Isu-isu tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk mendukung upaya konservasi.
Menurut Didot Klasta, selaku Budayawan, mengatakan bahwa, festival itu adalah metode dalam mengembangkan sebuah cara berpikir untuk pelestarian air, sebagai salah satu kampanye yang membuat masyarakat lebih peduli terhadap alam.
“Jika dilakukan terus menerus akan menjadi nilai yang membuat sebuah perubahan,” ujar Didot yang mengharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan dan sumber mata air. (Alya/Devi/Negla/Red)





