Sumber Foto: Faiz/DinamikA
klikdinamika.com –Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Salatiga menggelar seminar nasional jurnalistik bertema “Saat Ruang Menyempit, Suara Anak Muda Harus Meluas” di Auditorium Prof. Dr. H. Achmadi, Selasa (26/5/26).
Seminar menghadirkan Davin Widhistra Wibowo, seorang broadcaster dan voice over profesional, serta Ahmad Dzaky Mubarok, pewicara publik sekaligus kreator konten.
Prima Arifin, koordinator sie acara, mengatakan bahwa kedua pemateri itu dipilih karena dirasa dekat dengan kalangan anak muda dan telah dikenal luas oleh audiens.
“Kalau pematerinya sudah dikenal dan punya banyak audiens, itu bisa memantik diskusi. Audiens jadi tertarik untuk bertanya sehingga ada timbal balik antara audiens dan pemateri,” tuturnya.
Selain diisi pemaparan materi dan diskusi, seminar juga menghadirkan pertunjukan terbuka berupa pembacaan puisi dan menyanyi dari mahasiswa Fakultas Dakwah UIN Salatiga. Penampilan tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian audiens, sekaligus selaras dengan tema seminar tentang keberanian anak muda dalam menyuarakan ekspresi dan bakatnya.
Nabilatun Naja, anggota sie acara, mengatakan bahwa ide pertunjukan terbuka muncul dari konsep penampilan minat bakat yang sebelumnya ditampilkan saat Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Menurutnya, konsep tersebut kemudian dikembangkan untuk mengisi perpindahan sesi acara agar tetap interaktif.
“Karena pas PBAK itu kan juga ada penampilan minat bakat. Nah dari situ kita ada ide, daripada perpindahan antara MC formal dan nonformal itu kosong, maka kita buka open recruitment kontributor dari mahasiswa UIN Salatiga yang memang punya bakat dan mau menampilkan bakat tersebut. Terus kita seleksi, dan akhirnya terpilih dua penampil tadi,” ujarnya.
Nabila Putri Olivia, salah satu peserta seminar dari program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) mengapresiasi seminar jurnalistik ini yang dapat berjalan tepat waktu.
“Konsepnya tuh simpel, tapi berjalannya lancar. Banyak seminar-seminar lain molornya lama banget, tapi alhamdulillah tadi lancar, peserta juga aktif,” katanya.
Olivia juga menambahkan, kedepannya ia berharap penyelenggaraan seminar dapat lebih menyesuaikan fasilitas yang diperoleh peserta dengan harga tiket masuk yang dibayarkan. Selain itu, ia juga berharap suasana acara dapat dibuat lebih meriah dengan menghadirkan stan-stan di area depan seminar.
“Banyak peserta lain yang ngomong kalau HTM-nya kurang seimbang sama yang didapat. Snack-nya menurutku juga masih standar. Terus semoga ke depannya di depan pintu ada banyak stand, jadi suasananya lebih rame dan peserta juga bisa cari jajan atau lihat-lihat dulu sebelum masuk acara,” lanjutnya. (Aulia Eka/Red)





