Aku Mungkin Pantas Disebut Egois
Sumber Foto: Pinterest Oleh: Thilal Asy Syifa Salsabila S. “Lihatlah, Shamina si bodoh kembali meratap di depan sumur tua.” Dua wanita berkepala tiga, yang baru saja menjual buah-buahan di toko…
Sumber Foto: Pinterest Oleh: Thilal Asy Syifa Salsabila S. “Lihatlah, Shamina si bodoh kembali meratap di depan sumur tua.” Dua wanita berkepala tiga, yang baru saja menjual buah-buahan di toko…
Sumber Foto: Pinterest Oleh: Erick Avicena Aku ada,seperti pagi yang membuka cahayadi lipatan sunyi;tanpa suara;tanpa menuntut disambut. Aku melangkah perlahan,sebab waktu,lebih sering berlaludaripada mengejar. Aku bertahan,bak daun yang luruh lembut;bukan…
Sumber Foto: Pinterest Oleh: Adinda M.S. Wangi semerbak yang pernah dirangkaiKini tak ada batangnya, tak ada jejaknyaBukan kar’na tak dirawatTapi karena insan ini yang tak menguat Aku berjalan dengan ambaian…
Sumber Foto: Pinterest Oleh: Izzatul Mahya Akankah cahaya ini meredup?Bayangan perlahan menghilangHarapan kian pupusTelah hilang arah. Siapa sangka—Sayap yang dulu menjangkau langitKini telah jatuhke lubang terdalam Mulut kelu menerima nyataHanya…
Sumber Foto: Pinterest Oleh: Sitii Efrilia Terhampar di rumah reyot bersama seorang kakek tua aneh dan bunglon besar seukuran bayi yang bisa berbicara adalah satu hal yang tidak pernah terbayangkan…
Sumber Foto: Pixabay Oleh: Nasywa Sekar Andini Aku suka,Seperti gulali yang terlalu matang,Sedikit tertantang,Untuk beristirahat tenang. Aku tenggelam,Dalam hangatnya lapisan ribu baju,Di atas bumi bersalju,Pada lapisan ke-tujuh. Aku terpana,Suaranya bak…
Sumber Foto: Ilustrasi Rika Oleh: Zumrotul Mudrikah Angin membelai para tangkai bunga yang kini mengangguk mengikuti irama. Daun kekuningan terjun bebas, terlena pula olehnya. Di atas karpet hijau rerumputan, berbagai…
Sumber Foto: Bola.com Oleh: Alfri Mauzizah Haruskah ku menyerah padamu, duhai asaPondasiku terlampau lemah tuk menopangTak tersisa lagi ruang bangkit dalam diriJika bisa ku akhiri, kan ku akhiri juga saat…
Sumber Foto: Pinterest Oleh: Sidqon Khasani H. Aku hidup di wilayah terpinggirkan. Di kota kumuh. Tempat masyarakat menyebutnya “sumber penyakit” laiknya burung Nasar yang sering dicap sebagai pembawa penyakit, ia…