Lompat ke konten utama

klikdinamika.com

ALE 2026 Tampilkan Wayang Orang dalam Lima Bahasa

Sumber Foto: Faiz/DinamikA

Klikdinamika.com – Program Khusus Kelas Internasional (KKI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) menampilkan pertunjukan wayang orang lima bahasa dengan judul “Kalimasada Kawedar” dalam kegiatan Art and Language Exhibition (ALE) 2026, di Auditorium Kampus 3 UIN Salatiga, Selasa (1/9/2026).

Bahasa yang digunakan dalam pertunjukan tersebut meliputi bahasa Indonesia, Inggris, Arab, Jawa, dan Filipina. Tujuannya untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada penonton dari berbagai latar belakang.

Naja, selaku sie acara ALE 2026 mengatakan konsep multibahasa sebenarnya telah digunakan dalam penyelenggaraan sebelumnya. Namun tahun ini konsep tersebut dikembangkan dengan menambahkan bahasa Filipina.

“Penambahan ini tentu dilakukan karena beberapa pemeran merupakan mahasiswa KKI yang berasal dari Filipina,” ujarnya saat dihubungi lewat pesan WhatsApp.

Sumber Foto: Faiz/DinamikA

Ia menambahkan, penggunaan lima bahasa tidak hanya menjadi pembeda dalam pertunjukan, tetapi juga mencerminkan semangat inklusivitas dan memperkuat pesan bahwa budaya Indonesia dapat dikomunikasikan dan diapresiasi oleh berbagai bangsa melalui pendekatan bahasa.

“Konsep ini mencerminkan semangat inklusivitas dan memperkuat pesan bahwa budaya Indonesia dapat dikomunikasikan dan diapresiasi oleh berbagai bahasa melalui pendekatan bahasa,” tambahnya.

Menurut Naja, konsep tersebut sejalan dengan tema ALE 2026, “The Art of Moderation Multilingual Diversity in a Modern Exhibition,” (Seni Moderasi Merayakan Keberagaman Multibahasa dalam Pameran Modern). Melalui “Kalimasada Kawedar”, pertunjukan juga menyampaikan nilai kebijaksanaan, toleransi, dan sikap saling menghargai.

Nabilla, peserta sekaligus mahasiswa UIN Salatiga, menilai penggunaan berbagai Bahasa membuat pertunjukan lebih menarik dibandingkan pertunjukan wayang orang yang biasanya menggunakan bahasa Jawa.

“Menarik sih, soalnya biasanya kan cuma pakai Bahasa Jawa. Terus ada banyak bahasa, jadi bahasa orang asing juga tahu ceritanya,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa tertarik melihat ALE sebab ada unsur budaya serta rasa penasaran pada cerita yang dibawakan. Pada adegan Puntadewa mendapatkan jimat Kalimasada dari Sunan Kalijaga, bagi Nabila, menjadi bagian yang menarik perhatiannya.

Dirinya juga menyampaikan bahwa seluruh acara sudah bagus. Namun, acara ALE 2026 ini kurang tepat waktu. Ia juga berharap untuk acara ini tetap berjalan setiap tahunnya serta terus meningkat.

“Waktunya agak molor tadi, tapi keseluruhan acaranya sih udah bagus. Terus harapan saya acara ini tetap berjalan setiap tahunnya—yang lebih bagus” pungkasnya.

Sama seperti Nabilla, Kaila, yang juga mahasiswa UIN Salatiga berharap kegiatan ALE selanjutnya lebih tepat waktu sebab banyak anak sekolah yang ikut menonton.

“Untuk ALE selanjutnya lebih on time lagi, karena acaranya juga malam. Tadi banyak anak sekolah juga, akhirnya mereka besok sekolah lagi. Jadi, lebih on time lagi,” ungkapnya. (Erick/Khilmi/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *