klikdinamika.com

Teach You A Lesson: Kritik Sistem Pendidikan dalam Balutan Drama

Teach You A Lesson

Sumber Foto: Koreatimes.co.kr

Oleh: Izzatul Mahya

Drama Korea Selatan berlatar sekolah umumnya identik dengan kisah romansa antarsiswa atau cerita fiktif tentang wabah virus yang menyebar di lingkungan sekolah. Sebaliknya, drama berlatar sekolah yang mengangkat persoalan nyata dunia pendidikan sebagai bentuk kritik sosial tergolong sangat jarang.

Drama Teach You A Lesson merupakan drama yang diadopsi dari webtoon berjudul The Real Lesson. Drama yang dirilis pada awal bulan Juni ini mengangkat berbagai macam problematika yang terjadi di sekolah-sekolah, baik tingkat dasar maupun menengah di Korea Selatan. Beragam kasus yang diangkat dari kisah nyata seperti perundungan, penyalahgunaan narkoba, kekerasan, penyalahgunaan wewenang guru, hingga tekanan dari orang tua siswa dirangkap dalam sepuluh episode.

Sesuai judulnya yaitu “lesson”, drama ini berisi tentang pelajaran dan pengajaran di sekolah. Namun, pelajaran yang dimaksud di sini bukanlah mata pelajaran semacam matematika, IPA, bahasa Inggris, dan lain sebagainya, melainkan, pelajaran moral bagi setiap pihak yang melakukan penyimpangan dalam sistem pendidikan. Secara tidak langsung, drama ini menegaskan bahwa pendidikan bukan sekedar mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan penegakan keadilan.

Alur cerita dalam drama ini berpusat pada Biro Perlindungan Hak Pendidikan (BPHP), sebuah lembaga yang dibentuk oleh Menteri Pendidikan dalam rangka memberantas akar problematika di dunia pendidikan. Tokoh Menteri Pendidikan diperankan oleh Lee Sung-min, sedangkan Kim Mu-yeol sebagai Na Hwa-jin didampingi Jin-Kijoo dan Po-Jihoon sebagai petugas BPHP. 

Pembentukan BPHP berawal dari sebuah tragedi terbunuhnya seorang guru yang merupakan putri Menteri Pendidikan sekaligus tunangan Na Hwa-Jin oleh siswanya sendiri. Tragedi tersebut menjadi titik balik yang memperlihatkan kegagalan sistem pendidikan dalam memberikan perlindungan. BPHP kemudian disahkan oleh Menteri Pendidikan dan diberikan kewenangan untuk melakukan investigasi dan menindak tegas pelanggaran yang terjadi di sekolah. Lembaga ini bersifat netral, artinya tidak memihak siswa maupun guru, melainkan memihak siapapun yang menjadi korban. Dalam kondisi tertentu, BPHP berhak melakukan pendisiplinan dengan cara apa pun bahkan kekerasan.

Belum lama sejak drama ini dirilis, drama ini telah sukses menarik minat khalayak karena mengangkat isu yang relevan dengan kondisi pendidikan saat ini. Melalui konflik yang disajikan, drama ini menunjukkan bahwa kerusakan sistem pendidikan tidak hanya disebabkan oleh satu pihak, tetapi melibatkan banyak unsur yang saling berkaitan. 

Kehadiran BPHP menjadi simbol harapan terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih adil. Meskipun demikian, BPHP selalu mendapatkan hambatan dari pihak-pihak yang merasa terancam akibat kehadiran BPHP. Konflik ini turut mewarnai alur cerita menjadi semakin menegangkan dan menarik ditonton.

Sebagai drama bergenre thriller, Teach You A Lesson menghadirkan banyak adegan yang menegangkan. Meskipun demikian, penonton tidak perlu khawatir karena drama ini juga disertai dengan sentuhan komedi dan romansa. Drama ini berhasil membuat penonton gemas karena aktor yang memainkan peran “pembuat onar” benar-benar mengaduk emosi. 

Salah satu episode yang membekas dalam benak penonton adalah episode enam yang menceritakan sekelompok siswa SMP yang melakukan berbagai tindak kenakalan dan kekerasan. Namun, mereka merasa kebal hukum akibat masih berstatus anak di bawah umur. Episode tersebut berhasil membangkitkan emosi penonton sekaligus memberikan kepuasan tersendiri karena pelaku akhirnya mendapat hukuman setimpal oleh BPHP.

Dari sisi teknis, drama ini memiliki kualitas visual yang menarik sehingga penonton tidak mudah bosan melihatnya. Penggunaan color grading disesuaikan dengan suasana cerita sehingga mampu memperkuat emosi penonton. Adegan-adegan mencekam didominasi warna gelap, sedangkan nuansa komedi dan kehangatan disajikan dengan pencahayaan yang lebih terang. 

Akting dan visual para pemain turut menjadi daya tarik bagi penonton. Kim Mu-yeol menunjukkan totalitasnya dalam memerankan Na Hwa-jin. Bahkan dalam episode dua terdapat adegan dirinya menyetir mobil secara ugal-ugalan untuk memberikan peringatan kepada siswa, ia memilih untuk melakukan aksinya sendiri tanpa menggunakan pemeran pengganti. Selain itu, pemeran siswa sebagai pelaku kenakalan juga berhasil menampilkan karakter yang sangat realistis sehingga membangkitkan rasa kesal sekaligus simpati penonton.

Sumber Foto: idntimes.com

Meskipun demikian, drama ini masih memiliki kelemahan. Akhir cerita pada setiap kasus cenderung mudah ditebak karena pelaku hampir selalu berakhir menerima hukuman dari BPHP. Namun, kelemahan tersebut tidak terlalu dominan karena penyelesaian setiap kasus dikemas melalui alur yang variatif, dipenuhi kejutan, dan mempertahankan penasaran penonton hingga akhir episode.

Secara keseluruhan, Teach You A Lesson bukan sekedar drama aksi yang menampilkan hukuman bagi pelaku kekerasan di sekolah, tetapi juga refleksi sekaligus kritik sosial atas kegagalan sistem pendidikan di Korea Selatan. Keberanian mengangkat isu-isu kontroversial, akting pemain yang memukau, dan alur cerita yang kuat menjadikan drama ini layak ditonton berbagai kalangan, terutama para pendidik, calon guru, dan pemerhati pendidikan.

Salah satu kutipan yang paling berkesan dalam drama ini adalah “Jika kau tak bicara, tak ada yang tahu ketidakadilan ini”. Kalimat tersebut seakan mengajak seluruh pihak untuk tidak tinggal diam ketika mendapat ketidakadilan. Oleh karena itu, Teach You A Lesson bukan hanya memberikan hiburan, tetapi mengajak penonton untuk berani menyuarakan kebenaran demi terciptanya dunia pendidikan yang aman dan adil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *