klikdinamika.com

Khawatirkan Muridnya Mokel, MAN 1 Kabupaten Semarang Liburkan MBG Selama Ramadan

MAN

Sumber Foto: Google Maps

Klikdinamika.com –MAN 1 Kabupaten Semarang liburkan MBG selama Ramadan sebab khawatir muridnya akan mokel. Pihak sekolah sempat mengusulkan perubahan menu menjadi bahan mentah, tetapi ditolak oleh SPPG Jatirejo, Sabtu (14/3/2026).

MAN 1 Kabupaten Semarang merupakan madrasah berlingkungan pondok pesantren. Pihak madrasah khawatir MBG disalahgunakan untuk mokel

M. Nur Sandi, Wakil Kepala Sekolah, mengatakan bahwa pada awal Ramadan sekolah sempat mengadakan MBG selama dua hari. Namun, Sandi mengkhawatirkan murid-muridnya akan mokel. Alhasil, pihak madrasah bernegosiasi kepada pihak SPPG Jatirejo agar menu MBG diubah menjadi bahan mentah.

“Saya negosiasi dengan SPPG dua kali, ‘apakah menu di MBG itu bisa diubah?’ Diubah dalam artian dari yang matang jadi bahan mentah, supaya tidak bisa dibuat mokel anak-anak,” terangnya.

Namun, Sandi menjelaskan, pihak SPPG menolak pengubahan menu matang menjadi bahan mentah tersebut. Sebab, SPPG Jatirejo sendiri memiliki petunjuk teknis (juknis) yang harus ditaati.

“Nah, dari SPPG membuat—istilahnya juga punya pedoman juknis—’Pak, kita nggak bisa karena juknis kita itu harus seperti ini’,” ucapnya seperti yang dikatakan pihak SPPG.

MAN 1 Kabupaten Semarang akhirnya melakukan diskusi, dan memutuskan untuk membuat surat perjanjian dengan SPPG untuk meliburkan program di sekolah mereka selama Ramadan berlangsung.

Sandi mengungkapkan keputusan tersebut dilakukan karena dorongan dari pihak pondok pesantren agar murid-muridnya tetap menjalankan ibadah puasa.

“Jadi nanti setelah Ramadan kita masuk kembali setelah Lebaran, berarti kita menerima MBG lagi. Cuma itu untuk kebijakan internal dari madrasah mengambil kesimpulan seperti itu. Karena kita ada desakan dari berbagai pihak pondok yang ditakutkan anak-anak untuk mokel,” ungkapnya. (Rifka/Budi/Kamal/Red)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *