Lompat ke konten utama

klikdinamika.com

Kapasitas Auditorium Terbatas, Wisuda Ke-12 UIN Salatiga Digelar Dua Hari

Sumber Foto: Ahwal/DinamikA

Klikdinamika.com – Keterbatasan kapasitas Gedung Auditorium membuat pelaksanaan Wisuda Ke-12 UIN Salatiga periode Juli 2026 digelar selama dua hari, sebanyak 502 wisudawan mengikuti proses wisuda di hari pertama, Jumat (24/7/2026)

Sisanya, sebanyak 677 wisudawan dijadwalkan mengikuti prosesi wisuda pada Sabtu (25/7/2026), sehingga total peserta Wisuda Ke-12 UIN Salatiga periode Juli 2026 mencapai 1.179 wisudawan.

Berbeda dengan pelaksanaan wisuda periode sebelumnya yang membagi peserta berdasarkan fakultas, kali ini seluruh fakultas hadir di masing-masing hari dengan pembagian kuota peserta.

Yusuf Ismail, sie acara wisuda ke-12 mengatakan bahwa pembagian pelaksanaan wisuda menjadi dua hari dilakukan karena jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari seribu orang. Menurutnya, apabila seluruh peserta mengikuti prosesi dalam satu hari, kapasitas auditorium, keamanan, dan mutu pelayanan akan sulit dipenuhi.

“Makanya wisuda ini menjadi dua hari, karena memang 1.100-an. Alasannya keamanan, kapasitas, juga mutu. Semua harus ada standar mutu akademiknya,” kata Yusuf.

Selain mempertimbangkan kapasitas, ia menjelaskan bahwa pelaksanaan wisuda selama dua hari juga menjadi inovasi baru dalam pembagian peserta. Jika sebelumnya pembagian dilakukan berdasarkan fakultas, kini seluruh fakultas mengikuti prosesi pada masing-masing hari, agar tetap mencerminkan wisuda tingkat universitas.

“Jadi nuansanya wisuda universitas. Ini inovasi yang baru, karena banyak masukan juga dulu, kayak gini kan kesannya wisuda fakultas, bukan wisuda universitas,” lanjutnya.

Sementara itu, M. Hidayatur Rohman, Kepala Bagian Umum dan Akademik, mengatakan keputusan penambahan hari pelaksanaan diambil setelah masa pendaftaran wisuda berakhir dan jumlah peserta diketahui melampaui kapasitas auditorium. Menurutnya, apabila seluruh wisudawan dan pendamping hadir dalam satu hari, jumlah orang dalam gedung dapat mencapai sekitar tiga ribu orang, sehingga berpotensimengganggu keamanan dan kenyamanan.

“Kalau di kaldik (kalender pendidikan) tanggal 25, nah kemudian ada keputusan setelah ada batas akhir pendaftaran wisuda, kok sampai seribu itu kita rapatkan karena tidak muat, setelah rapat kita beritahukan. Kalau kita memaksa sekitar seribu orang langsung di sini, kan berarti ada tiga ribu, nah itu kan malah berbahaya,” jelasnya.

Meski kebijakan tersebut dinilai mampu menjaga kualitas pelaksanaan wisuda, perubahan jadwal tetap menimbulkan sejumlah konsekuensi bagi para wisudawan.

Ambar, Wisudawan Tadris Bahasa Inggris (TBI), mengaku dirinya dan sejumlah rekannya harus mengubah berbagai persiapan yang sebelumnya telah dijadwalkan pada 25 Juli, seperti pemesanan jasa rias, fotografer, hingga kebutuhan lainnya.

“Karena sudah booking, walaupun booking masih beberapa minggu. Apalagi ini kan banyak yang sudah jadwalin, jadi semua rebutan booking, kalau mendadak tetap nggak bisa semuanya. Terus ada schedule lagi. Ini kan pasti dialami semua mahasiswa,” ungkap seorang wisudawan. (Ahwal/Elsa/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *