Lompat ke konten utama

klikdinamika.com

Hak Jawab Prokompim Kota Salatiga Atas Berita Berjudul “Audiensi Hanya Disambut DPRD, SMFH UKSW Kecewa Walikota Tak Datang”

Sumber Foto: Salatiga.go.id

Klikdinamika.com – Dalam berita berjudul “Audiensi Hanya Disambut DPRD, SMFH UKSW Kecewa Walikota Tak Datang” yang diterbitkan di laman klikdinamika.com pada Minggu, (20/92026), Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menghubungi salah satu anggota DinamikA pada Senin (21/9/2026), tepat sehari setelah berita diterbitkan.

Pihak Pemkot menyebut terdapat kesalahan dalam berita yang DinamikA terbitkan, sehingga meminta untuk mencabut unggahan berita tersebut. Menanggapi hal tersebut, DinamikA memilih menjalani prosedur resmi dengan meminta Hak Jawab kepada pihak yang merasa dirugikan atas berita tersebut, dalam hal ini pihak Pemkot Salatiga.

Pada hari yang sama, Protokol Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Kota Salatiga telah menghubungi dan mengunjungi Humas UIN Salatiga. Kemudian pada hari Selasa (22/9/2026) DinamikA diminta menemui perwakilan Humas UIN Salatiga untuk berdiskusi. Alhasil, pihak Prokompim Kota Salatiga sepakat melakukan prosedur Hak Jawab dan pada sekitar pukul 14:30 WIB DinamikA mewawancarai pihak terkait.

Hak jawab tersebut dilakukan dengan mewawancarai pihak Pemkot yang diwakili Kepala Bagian (Kabag) Prokompim Kota Salatiga, Adityo Heprabowo, sesuai dengan permintaannya. Wawancara dilakukan di gedung Fakultas Dakwah UIN Salatiga.

Dalam keterangannya, Adityo Heprabowo mengatakan bahwa audiensi tersebut memang tidak mengundang Wali Kota Salatiga. Audiensi ke DPRD dan wali kota merupakan dua audiensi yang berbeda. DinamikA menyadari kekeliruan tersebut mengingat audiensi kepada walikota telah diajukan sebelum audiensi kepada DPRD berlangsung, sebagaimana dalam wawancara DinamikA ke Ketua SMFH UKSW.

Berikut uraian wawancara dengan Adityo Heprabowo:

Bapak Adit, mungkin boleh mengelaborasi sedikit tentang kepentingannya datang ke sini untuk mengklarifikasi.

Oke, kepentingan saya ke sini untuk menyampaikan atau klarifikasi tentang judul unggahan Klikdinamika dua hari lalu tentang Audiensi Fakultas Hukum UKSW dengan DPRD.

Di sini judulnya “Audiensi Hanya Disambut DPRD, SMFH UKSW Kecewa Walikota Tak Datang”. Dan di sini menurut kami berita ini tidak benar, karena memang tidak pernah ada undangan untuk ikut dalam audiensi tersebut. Jadi itu tidak bisa disamakan antara audiensi wali kota dengan audiensi DPRD.

Setelah kita cek di sana, memang Fakultas Hukum itu audiensinya hanya dengan DPRD. Dengan seperti itu berarti menurut kami judul dalam unggahan di Klikdinamika dua hari yang lalu ini tidak benar. Dan ini mungkin bisa diklarifikasi dan dibenarkan.

Berarti memang sebelumnya tidak ada undangan untuk audiensi yang itu?

Ini tidak ada undangan baik dari DPRD maupun dari SMFH UKSW untuk audiensi bersama-sama di DPRD, tidak ada. Jadi ini kan acaranya di DPRD. “Kecewa wali kota tidak datang”. Wali kota tidak datang padahal memang wali kota itu—yang pertama tidak diundang, yang kedua surat permohonan dari FH juga hanya beraudiensi dengan ketua DPRD.

Nah mungkin bisa dari Pak Pemkot menyampaikan beberapa hal juga. Perihal mungkin ketersediaan atau keterbukaan untuk audiensi juga.

Jadi kalau dari Pemkot sama-sama sebenarnya, kita dari eksekutif, legislatif, mungkin dari DPRD sama-sama terbuka untuk melakukan audiensi, untuk melakukan diskusi dan sebagainya—tentunya bersurat.

Setelah ada surat itu memang ada kesepakatan, janji. Karena memang dengan kesibukan Pak Wali, kesibukan beliaunya wali kota, bukan wali ya—mungkin pimpinan-pimpinan kamilah. Dengan kesibukannya itu maka harus ada sinkronisasi jadwal. Itu mungkin yang kadang-kadang agak mundur dengan surat yang dikirimkan. Mungkin seperti itu.

Mungkin menurut saya, saya tidak akan menceritakan, tapi menurut saya juga kebiasaannya mungkin sama juga. Kalau misalnya audiensi di DPRD, audiensi di Dewan, mungkin perlakuannya hampir sama.

Terlepas dari apakah itu benar atau tidak. Tapi dari konfirmasi beberapa hal yang kita dapat itu karena beberapa kali mereka merasa bahwa susah ditemui ini Wali Kota. Nah seperti apa mungkin pesannya untuk hal-hal yang seperti itu?

Oh ya, yang pertama kami mungkin mohon maaf atas ketidakpuasan dari masyarakat atau dari teman-teman FH tentang permulaan audiensi, tapi sekali lagi kalau dari sisi keterbukaan, kita sangat terbuka. Kita tetap membuka diri untuk beraudiensi, berkonsultasi, berdiskusi, seperti itu. Dengan—seperti tadi itu—surat yang dilayangkan ke kita. Dan tolong mungkin kita lebih baik menjalin komunikasinya.

Di sini kita tidak usah menyalahkan siapa-siapa. Tapi mungkin karena kita ini bagiannya juga lain. Jadi mungkin surat ditaruh, terus sudah misalnya. Itu mungkin bisa dikomunikasikan via WA atau ditanyakan lagi. Dengan seperti tadi, kita harus mensinkronkan kegiatan dari Bapak Wali Kota. Dan maksudnya bukan Bapak Wali Kota, pimpinan kita. Saya menyebutnya pimpinan ya karena ada Wali Kota, ada Ibu Wakil Wali Kota. Mungkin seperti itu.

Terima kasih dari teman-teman Klikdinamika. Jadi teman-teman LPM Klikdinamika. Mungkin kalau kami, yang pertama, berterima kasih juga atas klarifikasi ini.

Yang kedua mungkin dari kita juga sedikit menambahkan ya. Juga boleh memberi masukan di link DinamikA ini. Mungkin bisa ditambahin kontak person atau pimpinan dan sebagainya.

Karena kemarin nyuwun sewu kita juga agak kesusahan. Makanya saya harus WA Nadia (red: Niha/anggota DinamikA yang dihubungi) atau siapa? WA Pak Zidni. Mau cari Mas Fadlan, mau cari siapa lagi.

Itu mungkin disitu lebih jelas lagi. Misalnya pemimpinnya siapa, kontak personnya siapa. Terus jawab tadi mungkin gimana atau/dan sebagainya. Saya juga mendoakan malah ini menjadi satu akun yang besar. Menjadi akun yang informatif, yang kritis. Tapi mungkin tetap ada di suatu batasan-batasan tertentu. Mungkin seperti itu. (Rifka/Fadlan/Kamal/Red)

*Berdasarkan wawancara di atas DinamikA akan melakukan revisi judul pada berita yang dikoreksi, karena telah menimbulkan mispemahaman kepada pembaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *