Cerpen: Sedu Kalbu Ramadhan di Perantauan
Sumber Foto: Freepik Oleh: Lestari Rangkain rindu sudah meruah, ia tak mampu hanya terbendung dalam tangisan saja. Hidup memang tak semulus yang diharap, keluh pun tak hanya hal sedih saja…
Sumber Foto: Freepik Oleh: Lestari Rangkain rindu sudah meruah, ia tak mampu hanya terbendung dalam tangisan saja. Hidup memang tak semulus yang diharap, keluh pun tak hanya hal sedih saja…
Sumber Foto: freepik Oleh: Abdul Aziz Bimantoro Luhurlah dunia yang indahNamun kini terlihat sangat pedihIklim yang rusak, alam tercemarSemua karena tangan manusia yang terus menerus merusaknya Lahan hijau terbakar, udara…
Sumber Foto: republika.co.id Oleh: Ahmad Ramzy Aku kelana selagi penuh dosadi jejeran muramnya kamar rumah sakitku terpikir dengan neraka Aku adalah penistajangan panggil aku sucisurga pun tak sudi ku mencari.…
Sumber Foto: Artisoo.com Oleh: Zakya Zulvita Salsabila Yang namanya indah,Yang senyumnya merekah,Yang apabila bicara,Menebar pana dalam sukma.Duh, manisnya. Kepada siapa harus diutarakan,Kepada siapa harus disimpuhkan,Agar tangan Nimas ada penggenggam.Sebingkai kata…
Sumber Foto: Pinterest Oleh: Angkasa Lalu soal gelisah dan terbataGagap dan buta dengan diriAda banyak rasa percaya diri yang tidak tumbuhSeiring dengan perlakuan orang lain yang tak acuhDiam, kadang jadi…
Sumber Foto: Beautynesia.id Oleh : Zakya Zulvita Salsabila Duh, WanitaLembut tutur yang kau ucapLemah tindak tanduk sikapmuTak ayal meruntuhkan keteguhan dalam dirimu Duh, WanitaSenyum yang kau ukirDerai yang kau sembunyikanMenguatkan…
Sumber Foto: Indonesia Kaya Oleh: Ahmad Ramzy Lakon sudah dimulaiDiiringi musik sebagai pengantarPengantar kisah kita berduaAku sebagai Rahwanadan kau sebagai Sinta Lakon ini berkisah tentang cintaApakah aku bisa?Aku tidak memahaminyaAku…
Sumber Gambar: Pinterest.id Oleh: Rahma Tazkia Gelapnya malam, segelap hati Nilam saat ini. Entah sudah berapa tahun lamanya, Nilam gadis pendiam nan cantik yang selalu merasa terkungkung dalam rumahnya sendiri.…
Sumber Gambar: Pinterest.com Oleh : Vadhia Sukma Hari pertama, rindumu masih menggelayut di tenggorokankuSaat ku berbicara, masih saja terjatuh menyebut namamuHari kedua, kenanganmu menjadi benalu di otakkuPerlahan menyerap sebagian hidupku…
Sumber Gambar: Republika.co.id Oleh: Lestari Berlari seorang wanita di tepi lorongMendekap segepok buku usangBerdegup kala melihat topeng jalangDibalik malam penuh bayang-bayang Masih berlari nan penuh ketakutanHening malam semakin mencekamNafas tak…