Sumber foto: Devi/DinamikA
Klikdinamika.com – Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Dakwah (Fakda) melalui Divisi Kajian Aksi Strategis (Kastrat) menggelar Campus External Talk (CET) 2026. Kegiatan tersebut bertujuan membuat ruang bagi mahasiswa Fakda untuk mengenal organisasi eksternal kampus, Jumat (18/9/2026).
Empat organisasi eksternal hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Keempat organisasi tersebut diperkenalkan kepada mahasiswa melalui forum CET.
CET 2026 menargetkan mahasiswa baru Fakultas Dakwah sebagai peserta utama karena kegiatan tersebut dilaksanakan pada awal masa perkuliahan. Meski demikian, kegiatan tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa baru. Seluruh mahasiswa Fakultas Dakwah juga diberikan kesempatan untuk mengikuti forum tersebut dan mengenal organisasi eksternal yang hadir.
Izar, Wakil Menteri Divisi Kastrat mengatakan CET merupakan salah satu program kerja Kastrat yang secara khusus dibuat untuk memperkenalkan organisasi eksternal kepada mahasiswa. Kegiatan tersebut juga merupakan kelanjutan dari pelaksanaan CET pada tahun sebelumnya.
“Karena menurut Kastrat sendiri terkadang tidak ada yg pernah mengenalkan semua ekstra eksternal di satu forum,” ujarnya.
Firmansyah, Wakil Dema Fakda, mengatakan kegiatan tersebut juga bertujuan membuka ruang bagi organisasi eksternal untuk menjangkau mahasiswa baru dan memperkenalkan proses kaderisasi masing-masing organisasi.
“Terutama untuk menggaet mahasiswa baru. Katakanlah ingin menciptakan ruang kaderisasi, makanya kami bukakan ruang untuk mahasiswa baru mengenal organisasi eksternal,” terangnya.
Dalam pelaksanaannya, publikasi informasi CET 2026 baru disebarluaskan sehari sebelum kegiatan. Izar menyebut hal tersebut terjadi karena adanya kendala pada logo, desain, dan isi sebelum akhirnya difinalisasi.
Julian, salah satu peserta, mengatakan dirinya tertarik mengikuti CET karena ingin mengetahui lebih jauh mengenai organisasi eksternal di luar organisasi yang tersedia di kampus.
“Di dalam perkuliahan saja atau organisasi yang disediakan dari kampus saja itu menurut saya belum cukup dan saya perlu tahu lebih dalam ada organisasi apa di eksternal kampus,” ujar Julian.
Menurut Julian, perbedaan ideologi yang disampaikan dalam forum menjadi salah satu hal yang menarik. Ia menilai perbedaan tersebut dapat menjadi ruang untuk mengembangkan cara berpikir dan berdiskusi.
“Ternyata orang-orang atau temen-temen di sekitar kita itu memiliki ideologi-ideologi yang berbeda beda, dan saya rasa itu bukan suatu perbedaan yang dapat diambil karena untuk pengakturusasikan cara berpikir kita cara berdiskusi kita,” katanya.
Julian berharap Dema Fakda dapat lebih banyak berbaur dengan mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan berikutnya. Ia menilai penyelenggara perlu turun langsung untuk melihat kondisi mahasiswa dan mengetahui persoalan yang dihadapi.
“Lebih berbaur lagi ke mahasiswa, lebih turun lagi ke akar rumput dan lihat permukaan akar rumput tersebut masih kuat atau sudah goyah,” ujar Julian. (Devi/Red)





