Ilustrasi: Aulia Ulfa
Oleh: Muhammad Yusuf
Tangkap!
Tangkap semuanya!
Diiringi suara bedil yang terus menyalak, teriakannya terasa sangat menakutkan
Ruang hidup yang dulunya hijau
Kebun-kebun tempat bertani rakyat
Dirampas demi keserakahan manusia
Demi kekayaan segelintir orang yang bahkan tak tahu namanya bersyukur
Cari kecoak-kecoak itu!
Cari semua yang melawan!
Suara nyaring keluar dari seorang perwira
Dengan semboyannya “bersama rakyat, TNI kuat”
Bukankah Tentara akan selalu berpihak kepada rakyat?
Bukankah Tentara akan selalu membela yang lemah?
Apakah mereka tak bisa melihat, bahwa petani juga manusia?
Manusia yang butuh makan, butuh ruang hidup, butuh mata pencaharian untuk sekedar menghidupi keluarganya
Apa mereka picik dengan persoalan sesederhana itu?
Lebih dari dua puluh orang ditangkap
Diintimidasi
Disetrum
Disiksa
Tak terbayang isak tangis istrinya
Anak-anaknya yang terlantar
Sedangkan ayahnya diam dalam ruangan dingin nan sepi
Beralaskan lantai penjara yang tak mungkin pantas untuknya
Aku percaya, kepada tuhan yang maha adil
Aku percaya, tuhan pasti akan melindungi yang berjuang untuk manusia yang lain
Karena manusia diutus ke bumi untuk merawat tanah
Tanah yang dipijaknya, dan manusia akan kembali ke tanah
Tuhan manusia!
Rebut kembali semuanya yang dirampas secara zalim!
Hukum semua manusia-manusia angkuh!
Dan bela-lah orang-orang yang peduli terhadap sesamanya!
Tuhan manusia!
Kaulah yang maha mendengar!
Maka dengarlah rintihan perjuangan mereka!
Oh.. tuhan..
Aku tahu rencanaku tak sempurna
Sebab itu, aku berharap padamu
Dan selalu mengharap pertolonganmu





