klikdinamika.com

Dendam Malam Kelam, Ketika Kematian Bukanlah Akhir dari Sebuah Misteri

Sumber foto: detik.com

Oleh: Syafa Aulia Zahra 

“Bagaimana jika jasad di lab forensik menghilang sebelum dilakukan autopsi terhadapnya?”

Pertanyaan ini dilontarkan mengawali pembahasan film berjudul Dendam Malam Kelam yang tayang pada Mei 2025. Disutradarai oleh Danial Rifki—dibintangi oleh Arya Saloka, Bront Palarae, Marissa Anita, dan Davina Karamoy. Film ini merupakan adaptasi resmi dari film Spanyol berjudul The Body karya Oriol Paulo yang tayang pada tahun 2012

Film ini mengisahkan tentang seorang wanita yang diduga meninggal karena henti jantung. Detektif masih menginvestigasi kematiannya karena curiga bahwa terjadi rekayasa henti jantung untuk membunuh Sofia.

Kisah dimulai saat jasad Sofia Arini menghilang dari ruang autopsi. Hal ini tentunya mengejutkan polisi, dikarenakan bukan hanya jasad Sofia yang menghilang, tetapi petugas jaga pada malam itu ditemukan dalam keadaan terluka dan tidak sadarkan diri.

Selepas insiden tersebut, seorang detektif bernama Arya ditugaskan untuk memeriksa kasus hilangnya jasad Sofia dan menyelidiki kejadian yang dialami oleh petugas jaga. Arya melakukan interogasi dan wawancara dengan keluarga terdekat tak terkecuali suami dari Sofia—Jefri Adam. Setelah bertemu dengan Jefri, fokus Arya langsung tertuju padanya yang saat itu sedang menduduki jabatan sebagai direktur perusahaan milik keluarga Sofia. Arya curiga Jefri berkaitan dengan kematian Sofia, menghilangnya jasad Sofia, dan kejadian yang dialami oleh petugas jaga pada malam itu.

Berlatar tempat di lab forensik, di mana jasad Sofia menghilang. Cahaya lab forensik yang remang-remang juga suasana malam menambah atmosfer mencekam bagi penonton. Bukan hanya itu, kebanyakan teori dalam cerita dimuat visualisasi yang tidak disangka-sangka, seperti jam yang menunjukkan pukul setengah 12 malam —menjadi tanda dimulainya kejadian yang akan menjadi bencana bagi Jefri. Hal tersebut menunjukkan film ini bukan hanya alur saja yang menarik tetapi juga visual yang memukau. 

Dendam Malam Kelam memiliki alur film dan plot twist yang rapi. Penonton diajak menyusun teka-teki menuju akhir yang tidak disangka-sangka. Di sisi lain, Jefri sebagai orang yang dicurigai Arya, mengalami hal-hal tak masuk akal. Kenangan demi kenangan bersama istrinya silih berganti menghampiri, mulai dari surat bertuliskan Setiap ku memejamkan mata, yang kulihat hanya kamu, sampai bayangan siluet Sofia yang berada di kaca jendela, mengisyaratkan kehadiran sosok Sofia yang dikabarkan sudah meninggal. Kehadiran Sofia ini bukanlah sosok horor, tetapi akan menjadi misteri yang perlahan terungkap sepanjang film.

Bukan hanya mengenai kematian, film ini juga berfokus pada ketegangan psikologis yang ada pada setiap tokoh dalam film. Sofia digambarkan memiliki sifat yang gila kendali, sementara Jefri merupakan karakter yang manipulatif namun pada akhirnya terjebak pada rasa takut dan bersalah, dan arya yang tidak bisa melupakan bayang-bayang akan masa lalu, menyebabkan bencana yang berasal dari luka lama. Pada film ini penonton juga dihadapkan pada karakter yang tidak sepenuhnya jahat maupun baik, menciptakan ambiguitas yang membingungkan. 

Penampilan Bront Palarae dan Arya Saloka patut diacungi jempol. Arya Saloka bukan hanya berperan sebagai pasangan dari Sofia tetapi seseorang yang menyimpan rahasia kelam. Begitu juga dengan Bront Palarae. Dia tidak hanya memainkan peran sebagai detektif tetapi juga seorang suami yang kehilangan istri akibat kecelakaan yang terjadi pada masa lalu. Tentu saja penampilan dari aktor lain tidak kalah bagusnya, semua aktor melakukan perannya masing-masing dengan sempurna sehingga menciptakan atmosfer yang menyentuh penonton.

Pemilihan soundtrack dalam film ini juga patut untuk dipuji, seperti lagu berjudul Dendam Malam Kelam—Ghea Indrawari, mengajak pendengar tenggelam dalam perasaan sakit hati, amarah, dan ketakutan yang mendalam. Juga soundtrack berjudul Sulung—Kunto aji, lagu bagai mantra yang mengajak pendengar untuk melepaskan hal yang sudah menghilang, menghargai diri sendiri, dan menerima proses kehidupan. Kedua lagu tersebut menambah suasana menegangkan dan menusuk hati para penonton.

Di balik cerita yang disuguhkan. Dendam Malam Kelam perlahan menunjukkan bahwa misteri terbesar dalam film sebenarnya bukanlah jasad yang menghilang, tetapi apa yang tersembunyi dalam hati setiap karakter. Jefri, Sofia, bahkan Arya. Mereka semua membawa rahasia masing-masing. Seperti ruang autopsi yang sunyi, kadang hal paling menakutkan bukanlah mayat yang terbaring, melainkan luka-luka yang tak pernah benar-benar mati.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *