Sumber Foto: Ahwal/DinamikA
klikdinamika.com–Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka wisuda ke-11 sekaligus perayaan Dies Natalis ke-56 di Auditorium Student Center, dengan mengusung tema “Harmoni Prestasi dan Dedikasi”, Sabtu (25/4/2026).
Acara wisuda yang berlangsung tersebut tidak hanya menjadi momen pengukuhan lulusan, tetapi juga dirancang dengan konsep khusus oleh panitia. Penggabungan wisuda dan Dies Natalis menjadi konsep utama dalam pelaksanaan acara tahun ini.
Yusuf Ismail, koordinator seksi acara wisuda ke-11, menjelaskan bahwa tema “Harmoni dan Dedikasi Prestasi” dipilih untuk merepresentasikan dua capaian sekaligus, yakni keberhasilan wisudawan secara individu dan pencapaian universitas sebagai lembaga.
“Wisudawan itu capaian individu, sedangkan Dies adalah capaian lembaga. Keduanya kami sinkronkan dalam satu konsep harmoni,” ujarnya.
Yusuf mengakui bahwa menggabungkan dua agenda besar dalam satu rangkaian acara, bukan hal yang mudah. Sejumlah penyesuaian dilakukan, termasuk perubahan susunan acara secara mendadak akibat dinamika kehadiran tamu undangan.
“Walaupun saya secara pribadi susah mengkonsep acara, karena saya pribadi, lebih ke perayaan pribadi, sama perayaan universitas. Meng-combine itu nggak gampang, apalagi beberapa acara ini molak-malek (terbolak-balik: red),” papar Yusuf.
Konsep acara juga dirancang dengan memasukkan unsur moderasi beragama dan nilai wasathiyah melalui penampilan seni, seperti gamelan serta penayangan perjalanan sejarah institusi dari STAIN, IAIN, hingga menjadi UIN.
“Terus ada beberapa konsep wasathiyah kita masukkan dalam seni. Kita mulai gamelan, mulai kita agak tambahin timing-nya. Terus ada sejarah kita, dimulai dari STAIN, IAIN, UIN. Tadi kan supaya kita nggak lupa sejarah dan itu bisa menyampaikan ke khalayak bahwa kita itu perjalanan,” jelasnya.
Selain itu, pemilihan tema juga dikaitkan dengan momentum eksternal, seperti capaian Kota Salatiga sebagai kota toleransi. Hal ini dinilai sejalan dengan prinsip moderasi yang diusung UIN Salatiga.
“Temanya kan diharmonisasi juga sama Pemkot ya. Mereka kota toleransi, kita juga prinsipnya moderasi, kan bersatu ya. Sehingga saling mendukung. Nah, ini momentum. Momentum yang sangat baik kita ambil. Pas kota dapat penghargaan toleransi, kita juga dalam tahap moderasi kan,” tambahnya.
Meski demikian, panitia tetap berupaya menghadirkan acara yang bermakna dengan memadukan unsur capaian individu wisudawan dan perkembangan institusi dalam satu kesatuan tema.
“Jadi kita harus membunyikan wasathiyah. Wasathiyah itu dibunyikan dalam segala hal. bagaimana menggabungkan itu menjadi satu sebagai harmoni.” pungkasnya. (Ihda/Red)





