klikdinamika.com

Surat Suara Belum Ada, Mahasiswa Keluhkan Keterlambatan Pelaksanaan Pemira di Fakultas Dakwah

Suasana pencoblosan di Fakultas Dakwah (Sumber Foto: Rifda)

Klikdinamika.com– Keterlambatan adanya surat suara, menjadi kendala atas penyelanggaraan Pemilihan Raya (Pemira) mahasiswa 2025 Fakultas Dakwah (Fakda) yang dilaksanakan secara serentak, Kamis, (27/11/2025)

Pemilihan Raya (Pemira) tahun ini berhasil diadakan secara offline, setelah hampir 5 tahun dilalui dengan cara online. Namun dalam pelaksanaannya terdapat kendala, di mana pos pemilihan Fakultas Dakwah mengkonfirmasi adanya keterlambatan pendistribusian surat suara dari pihak KPUM Universitas. Hal tersebut membuat mahasiswa progam studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) serta Psikologi Islam (PI) tidak langsung dapat mencoblos kandidat.

Nur Aini, seorang peserta pemilihan merasa keterlambatan tersebut telah menyalahi prosedur yang sebelumnya telah ditetapkan. “Ya berarti nggak sesuai prosedur pertama,  seharusnya di pamflet yang tersebar kan jam 7-5, tapi  itu malah  mundur  seharusnya dikasih alasan kenapa gitu tidak sesuai,” ungkapnya.

Selain ketertundaan dalam pencoblosan, keterlambatan tersebut juga mengundang protes dari sejumlah mahasiswa yang merasa pelayanan yang diberikan oleh panitia kurang maksimal, mereka menggelar aksi sederhana dengan membentangkan poster bertuliskan kalimat sarkasme yang di tujukan untuk panitia.

Ayu, mahasiswa yang turut mengikuti aksi tersebut berpendapat jika panitia kurang melakukan inisiatif dalam menjalankan Amanah yang mereka emban.

“Sangat disayangkan sekali, karena ini merupakan Pemira pertama offline setelah hampir 5 tahun, malah ternyata prosesnya lambat, dan saya juga mendengar katanya mereka baru pertama kali menyelenggarakan kegiatan ini, jadi masih banyak belajar. Tapi kalau menurut saya, jika kita diberi amanah untuk menjadi bagian dari panitia harusnya kita dibekali akal dan kita bisa berinisiatif,” ujarnya.

Amanila, selaku ketua KPUM mengkonfirmasi secara langsung adanya keterlambatan tersebut, karena surat suara dari universita belum selesai dibagikan.

“Jadi dari awal ternyata distribusi surat dari universitas itu belum selesai, dari Fakultas Dakwah sendiri ada dua yang belum selesai, yaitu dari prodi KPI dan juga Psikologi Islam, Jadi dari sini mahasiswa itu masih banyak yang bingung mau kapan nih nyoblosnya,” ujarnya.

Menanggapi adanya aksi yang dilaksanakan di depan pos Pemira, Ketua Bawasra, memberikan keterangan lebih lanjut, jika pihak panitia fakultas hanya menerima surat suara yang telah jadi dari pihak panitia universitas.

”Dari setiap KPUM fakultas itu tidak membuat surat suara, semua surat suara itu dibuat oleh KPUM universitas, untuk KPUM fakultas itu hanya menerima surat yang dicetak oleh KPUM univ, jadi kita KPUM fakultas  tidak ada yang  tau terkait percetakan itu, semuanya diolah oleh KPUM univ,” ungkapnya

“Dan untuk distribusi yang kurang itu, klarifikasi dari KPUM univ ke KPUM fakultas, memang di percetakannya yang telat,” sambungnya. (Rifda/Niken/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *