Sumber Foto: Pinterest
Oleh: Erick Avicena
Aku ada,
seperti pagi yang membuka cahaya
di lipatan sunyi;
tanpa suara,
tanpa menuntut disambut.
Aku melangkah perlahan,
sebab waktu,
lebih sering berlalu
daripada mengejar.
Aku bertahan,
bak daun yang luruh lembut;
bukan karena ia lemah,
melainkan karena waktu telah usai.
Aku menepi,
bukan untuk pergi;
hanya memberi jarak,
agar rindu tahu
cara pulang.
Aku ada,
barangkali, itu sudah cukup.