klikdinamika.com

Menguning Rapuh

menguning rapuh

Sumber Foto: Unsplash.com

Oleh: Siti Suryani

Warna itu tumbuh bersama musim yang berputar,

Matang perlahan di pelukan waktu yang sabar.

Hening, suara serak napasnya,

Mengais tanda isyarat dunia yang samar.

Warna itu menguning pada saatnya,

Mengendap, larut di batas senja.

Membaca isyarat dalam gelap yang kian nyata,

Menunggu jawaban dari pertanyaan yang tak henti bersua.

Rapuh, penuh tanya, serak,

Ragu menjerat dalam kebingungan yang lekat.

Takut warna itu pudar seiring waktu,

Namun, juga tak yakin memikul beban di pundaknya.

Warna itu rapuh

Saat ia kan bertemu gradasi,

Nyaris selalu berbeda dari dirinya sendiri,

Di persimpangan yang tak bisa dihindari.

Segera warna itu akan menentukan di mana ia menjadi bagian,

Namun bagaimana mengisi lubang dengan lubang yang lain?

Ada warisan diam yang kini berdenyut di dada,

Memberontak tanpa mengenal waktu.

Tak memberi tahu jika sebenarnya ada,

Seakan kesadaran t’lah hilang darinya.

Serak memang,

Luruh pucat warna itu,

Seperti adanya,

Sebab tak ada yang sempurna.

Berilah warna,

Obati jiwa yang luka.

Biar warna bergradasi indah,

Hidup tanpa melanjutkan muramnya yang lama.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *