Lompat ke konten utama

klikdinamika.com

Dekanat Saintek Butuh Tempat, Perpustakaan Pusat Pindah ke Gedung Laboratorium

Perpustakaan

Sumber Foto: Rifka/DinamikA

Klikdinamika.com – Perpustakaan Pusat UIN Salatiga dialihfungsikan sebagai kantor Dekanat Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek). Namun, hingga berita ini tayang, pihak perpustakaan belum bisa mengakses ruang perpustakaan yang baru, Kamis (13/8/2026). 

Awalnya perpustakaan pusat berada di Gedung K.H. Hasyim Asy’ari, lalu kemudian dipindahkan ke Gedung Laboratorium Terpadu guna mendukung kebutuhan ruang bagi aktivitas Dekanat Fakultas Saintek. 

Ifonilla Yenianti, kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan UIN Salatiga mengungkapkan bahwa pengalihan fungsi ruangan perpustakaan dilakukan berdasarkan arahan dari pimpinan universitas.

“Jadi semua pimpinan dikumpulkan, disitu saya diperintah semua pimpinan, diwakili Pak Rektor untuk segera pindah dan sudah disiapkan, di-booking-kan armadanya,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Ifonilla mengatakan akan memaksimalkan buku elektronik (e-book) sambil menunggu kesiapan ruang.

“Kami akan memaksimalkan di e-book-nya. Nanti kita maksimalkan. Kayaknya harus dipaksa gitu, biar terbiasa baca e-book,” ujarnya.

Selain itu, pihak perpustakaan juga akan memperbaiki repository, tidak hanya di bagian upload e-book tetapi akan ditambahi sistem Akal Imitasi (AI) penerjemah.

“Bukan hanya repository—yang untuk upload saja (red: e-book), tetapi di situ ada AI-nya untuk menerjemah ke-16 bahasa yang dimiliki—yang mahasiswa internasional,” tambah Ifonilla.

Menanggapi hal tersebut, Amelia, mahasiswa Fakultas Dakwah, mengatakan bahwa dia setuju atas dipindahkannya perpustakaan, tetapi fasilitas perlu ditingkatkan.

“Cuman paling agak jauh aja kan, dan lewatnya lebih panas aja. Mungkin kalau lebih luas. Fasilitasnya lebih enak. Nggak apa apa sih (red: dipindah),” ujarnya.

Aulia, mahasiswa Fakultas Dakwah juga mengatakan bahwa perpustakaan lama masih kurang, baik dari segi tempat duduk maupun buku. 

“Karena (red: perpustakaan) yang dulu juga rasanya kayak kurang sih tempat duduknya gitu. Dari segi buku juga menurutku kalau misalkan dipindah, dan mungkin bisa dilebarin kali ya (red: perpustakaan baru),” ungkapnya.

Aulia, memberikan saran untuk memperbaiki tata letak penempatan permainan di perpustakaan, seperti dibuatkan ruangan khusus untuk permainan. 

“Dipisah di ruang khusus aja. Kalau kemarin mungkin salah layout ya. Yang itu kan sebenarnya nugas kok langsung di tengahnya ada orang karambol gitu,” sarannya. (Rifka/Aulia/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *