Menguning Rapuh
Sumber Foto: Unsplash.com Oleh: Siti Suryani Warna itu tumbuh bersama musim yang berputar, Matang perlahan di pelukan waktu yang sabar. Hening, suara serak napasnya, Mengais tanda isyarat dunia yang samar.…
Sumber Foto: Unsplash.com Oleh: Siti Suryani Warna itu tumbuh bersama musim yang berputar, Matang perlahan di pelukan waktu yang sabar. Hening, suara serak napasnya, Mengais tanda isyarat dunia yang samar.…
Sumber Foto: Pinterest Oleh: Erick Avicena Aku ada,seperti pagi yang membuka cahayadi lipatan sunyi;tanpa suara;tanpa menuntut disambut. Aku melangkah perlahan,sebab waktu,lebih sering berlaludaripada mengejar. Aku bertahan,bak daun yang luruh lembut;bukan…
Sumber Foto: Pinterest Oleh: Adinda M.S. Wangi semerbak yang pernah dirangkaiKini tak ada batangnya, tak ada jejaknyaBukan kar’na tak dirawatTapi karena insan ini yang tak menguat Aku berjalan dengan ambaian…
Sumber Foto: Pinterest Oleh: Izzatul Mahya Akankah cahaya ini meredup?Bayangan perlahan menghilangHarapan kian pupusTelah hilang arah. Siapa sangka—Sayap yang dulu menjangkau langitKini telah jatuhke lubang terdalam Mulut kelu menerima nyataHanya…
Sumber Foto: Pixabay Oleh: Nasywa Sekar Andini Aku suka,Seperti gulali yang terlalu matang,Sedikit tertantang,Untuk beristirahat tenang. Aku tenggelam,Dalam hangatnya lapisan ribu baju,Di atas bumi bersalju,Pada lapisan ke-tujuh. Aku terpana,Suaranya bak…
Sumber foto: Media.suara.com Oleh: Muntiatul Badiah Keindahan bumi pertiwiDambaan para pecintaKini hancur, luluh lantahBukan sebab kemurkaan sang penciptaKeserakahan penguasa sumber utama Kami jaga tanah kami, bumi kami, sumber kehidupan kamiMerawat…
Sumber Foto: Brilio.net Oleh: M. Ghithrof Danil Bar Sekelompok jiwa menantiBeralaskan tabah, beratapkan doaAnak, sanak saudara yang hilangEntah kemana, terhisap oleh malam Mereka menunggu dengan hati bergetarDalam sepi dan doa…
Sumber Foto: Islami.co Oleh Aulia Eka Fatih Bu,Tajam pena kupelihara bak bungsu sendiri,Perunggu pula emas lelah kuerami,Namun, Bu,Mengapa jejaka itu yang kini bertaut tangan dengan para petinggi,Nampak elok dibawah sorot…
Sumber Foto: Pinterest Oleh: Ulin Hayati Wahai tikus berdasiBagaimana rasanyaMerusak pilar bangsaBernama wanita Apakah senang? Ataukah nyaman?Hei yang pangkatnya tinggi!Akan kalian apakan negeri iniJika satu persatu kaum hawa ditelanjangi Hei…
Sumber Foto: Pexels.com Oleh: Aliyyah Nur ‘Aini Sayu matanya, hilang senyumnyaTetap berjalan, namun keliru arahnyaTermangu di setiap waktunyaBahagia, itu cita-cita tertinggi baginya Semuanya sama, cacatPernah menyesal tentang apa yang pernah…