klikdinamika.com

Risih

Pagi buta kau kayuh sepeda buntut   Melewati beberapa petak sawah Membentang luas Jika langit tidak bersahabat Bertarung melawan hujan dan panas Kusam Kucel Kecil yang tak wajar Kain kumal…

BABU

  Kacang kacung… Kecil kucal… Simpang samping… Umpat umpet… Kencing kencang kancing… Galang guling… Gonjang ganjing… Palang palung paling… Labur luber lebar… Kocar-kacir… Pugar pagar… Tukar tikar takur… Tuntut tumut…

Keresahan Desa

  Desa …. Alangkah indah pemandangannya Sumber keindahan pesona alam dan berbagai romantika kehidupannya Kepolosan warganya dan berharap akan keharmonisan “Gemah ripah loh jinawi”, itulah julukannya Tetapi…. Selalu saja dianggap…

Dream on real

Kemarahanmu adalah bukti perhatianmu Kebaikanmu adalah wujud kasih sayangmu Aku adalah bayangan yang selalu debelakangmu Aku adalah jejak kaki yang ada karena langkahmu Kau melindungiku tanpa selalu mengawalku Kau mengawasiku…

Pendosa

Perkara malam… Angin yang tak terdefinisi… Melintas simpang-siur tanpa peduli… Mengangkat daun tua dibawanya lari… Perkara pagi… Mengecoh sinar dari celah jendela… Di ujung pembaringan tak dapat disapa… Bibir keronta…

Kain Formalitas

Balutan kain indah tubuhmu Menutupi kulit mulusmu Dengan sempurna dan bersahaja Membuat orang lain segan untuk melihat Menganggap kaulah yang sempurna Yang paling tahu segalanya.. Sayang seribu sayang… Dengan enteng…