Puisi: Mahasiswa
Oleh: Nazbudin Zaki M A H A S I S W ASosok sebagai agen penerus bangsaSosok yang digadang sebagai agen perubahanSosok yang diharap sebagai agen pengontrol M A H A…
Oleh: Nazbudin Zaki M A H A S I S W ASosok sebagai agen penerus bangsaSosok yang digadang sebagai agen perubahanSosok yang diharap sebagai agen pengontrol M A H A…
Oleh: Merinda Eka C Aku ingin menyelam dalam legam korneamuMenjelajahi alur yang kau telusur sebagai kehampaanMenjelma rembulan yang kau pandang penuh harapanAku ingin menjadi sekat antara lakrimalismulMembendung bulir yang hampir…
Oleh: Isma Sabrina Molek bunga mawar tak lagi mekar Dawai-dawai berduri kian mengakar Dua bocah kecil menatap langit penuh nanar Beberapa manusia dewasa mengusap peluh di dunia ingar bingar Apa…
Oleh: Deizza (Chaqiqotun Nurul Izzah) Kesal, marah, kecewa Aku menjelma remahan pasir tak bernyawa Luka mengering bersama kepedihan yang belum tuntas Air mata tak henti-hentinya mengalir deras Sesal menjadi detik…
Oleh: Merinda Eka Cahyani Secangkir kopi tak beraroma. Hambar Pahit hingga ke dasar Ada rasa yang terkapar Di sudut hati yang lapar Hitamnya tak sepekat malam lalu Saat bisikmu…
Oleh: Sania Husnu Rahmatika Semua tampak bedaTak lagi samaMeski senyum tampak nyataNamun hati mengulum luka Netra ini tak bisa dustaMeneteskan air mata tanpa didugaMencoba kuat namun tersayatMencoba tegar namun gemetar…
Karya: Chaqiqotun Nurul Izzah Hari ini aku berdiri dengan seribu bisu yang berseteru Merasakan tetes-tetes darah itu di gagah merah putihmu Bayangan perjuangan begitu nyata berkecamuk Merasuk, sejarah itu benar-benar…
Oleh: Lulu Desty Pada angin yang datangKecewa dan remuk menyambutmu hembusanmu membawa debu menghirupmupun aku tak mau Mata terpejam seoalah pedih Pikiran melayang berseteru dengan mujarad Perasaan berkecamuk kian ambruk…
Karya: Chaqiqotun Nurul Izzah Terserak, kini bumiku merasa kalah telak Bercak-bercak keangkuhan manusia yang teramat banyak Serta egoisme yang tak juga beranjak Membuat bumi ini semakin tersedak Tanahku menangis, ada…