Cerpen: Penerimaan
Sumber Foto: Pinterest Oleh: Sidqon Khasani H. Aku hidup di wilayah terpinggirkan. Di kota kumuh. Tempat masyarakat menyebutnya “sumber penyakit” laiknya burung Nasar yang sering dicap sebagai pembawa penyakit, ia…
Sumber Foto: Pinterest Oleh: Sidqon Khasani H. Aku hidup di wilayah terpinggirkan. Di kota kumuh. Tempat masyarakat menyebutnya “sumber penyakit” laiknya burung Nasar yang sering dicap sebagai pembawa penyakit, ia…
Sumber Foto: Megapolitan.kompas.comOleh: Ulin Hayati Di bawah jembatan layang, terselip kampung kumuh yang hadirnya kerap dianggap pengganggu oleh sebagian manusia. Namun, di sanalah saksi perjuangan para bocah yang harus tumbuh…
Sumber Foto: Pinterest Oleh: Aprinianda Aku berjalan di jalan yang abu abu,Di antara kabut yang menelan matahari.Langkahku terdengar,Tapi tak tahu hendak ke mana gema itu pulang. Peta di tanganku kosong,Kompas…
Sumber foto: Media.suara.com Oleh: Muntiatul Badiah Keindahan bumi pertiwiDambaan para pecintaKini hancur, luluh lantahBukan sebab kemurkaan sang penciptaKeserakahan penguasa sumber utama Kami jaga tanah kami, bumi kami, sumber kehidupan kamiMerawat…
Sumber Foto: Brilio.net Oleh: M. Ghithrof Danil Bar Sekelompok jiwa menantiBeralaskan tabah, beratapkan doaAnak, sanak saudara yang hilangEntah kemana, terhisap oleh malam Mereka menunggu dengan hati bergetarDalam sepi dan doa…
Sumber Foto: Islami.co Oleh Aulia Eka Fatih Bu,Tajam pena kupelihara bak bungsu sendiri,Perunggu pula emas lelah kuerami,Namun, Bu,Mengapa jejaka itu yang kini bertaut tangan dengan para petinggi,Nampak elok dibawah sorot…
Ilustrator: Faza Oleh: Ahmad Ramzy Kota B, seperti biasa, tidak pernah terasa sepi untuk pemuda yang penuh dengan gundah gulana di hatinya. Sebagai kota yang pernah menyandang ibukota, kondisi macet…
Sumber Foto: Depositphotos Oleh: Ulin Hayati Kala itu..Kembali ku temui ruang gelap tanpa hangatDipenuhi duri tampak tak bermuaraKaki mungilku berupaya temukan pintuTapi sambar petir telah tiba lebih dulu Takut menyerbu…
Sumber Foto: Pinterest Oleh: Adinda Malikhatus Syarrifah Aku merakit cahaya di taman senyapDi antara hujan dan luka yang lembapKan kusemaikan doa yang samarNamun Tuhan tak memilih siapa yang sabar Bayangan…
Sumber Foto: Pinterest Oleh: Khasani Kugenggam tangan tinggal rangkaBersemayam di liang kubur bertulis namamuAku tumbuhan menjalar memeluk sepimu Dahaga tak lagi bercumbu di rongga leherku Aku di sini bukanlah akuMelainkan…