Lompat ke konten utama

klikdinamika.com

Saparan Desa Cukilan, Suruh, Peringati Haul Ki Ageng Wanakusuma

Haul di Desa Cukilan

Sumber Foto: Mada/DinamikA

Klikdinamika.com – Warga Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang melakukan rutinan tradisi Saparan dengan memperingati Haul Ki Ageng Cukil Wanakusuma di kompleks pemakaman pada Jumat Wage (31/7/2026)

Peringatan Haul ini diselenggarakan selama lima hari dengan hari Jumat sebagai puncak acara. Sepanjang berjalannya acara, makam Ki Ageng Wanakusuma dipadati peziarah dari luar kota meliputi; Selo, Kopeng, Purwodadi, hingga Mranggen. 

“Ternyata juga di luar dugaan, antusias dari para peziarah itu luar biasa. Sehingga, mungkin itu adalah (red: salah) satu keunikan dan keberkahan yang ada di makam Ki Ageng Wonokusumo,” ucap Sholihin, selaku pengurus harian makam.

Tradisi Saparan ini juga dilengkapi dengan rangkaian kegiatan berupa pengajian, tahlilan, kirab budaya, kemudian Kenduri Keramat. Sholihin menjelaskan, Kenduri Keramat adalah perebutan tumpeng yang dibuat warga lokal Desa Cukilan oleh peserta peziarah.

“Jadi dari tumpeng-tumpeng—sedekahan warga —itu dibuat rebutan oleh para peziarah,” terangnya.

Muhammad Zamroni, warga lokal Desa Cukilan menjabarkan sepak terjang Ki Ageng Wanakusuma sebagai punggawa Pangeran Diponegoro dan juga seorang panglima. Di kemudian hari Ki Ageng Wanakusuma bermukim di tempat yang menjadi cikal bakal desa Cukilan. 

“Mengenang jasa-jasa beliau. Nah, di sini lah posisinya kita sebagai anak turun dari warga cukilan ini kita lestarikan (red: menjadi budaya),” tuturnya.

Zamroni menilai, peringatan haul termasuk dalam sektor pariwisata yang kemudiani dapat dimanfaatkan sebagai ajang meningkatkan taraf hidup masyarakat Desa Cukilan.

“Dengan adanya haul ini kedepannya, akses jalan, akses perekonomian lebih naik, menaikkan income para-para penduduk setempat yang ada,” ujarnya.

Kepala Desa Cukilan, Rozikin, mengaku dirinya bersyukur atas antusiasme masyarakat luas yang beramai-ramai melibatkan diri dalam peringatan haul dan tradisi saparan tersebut

“Bahkan peziarah dari jauh-jauh pun di luar daerah bisa hadir di acara tersebut. Alhamdulillah bisa meriah, apalagi bisa dikunjungi banyak orang,” syukurnya. (Mada/Kamal/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *