Sumber Foto: UIN Salatiga Channel/YouTube
Klikdinamika.com – Puji Lestari Ningsih berhasil meraih predikat wisudawan terbaik akademik Program Studi Magister Ekonomi Syariah (ES) di UIN Salatiga dengan IPK 3,96 dan menyelesaikan studi dalam waktu kurang dari empat semester, Sabtu (25/7/2026).
Dalam wawancaranya, Puji menyampaikan jika ia meraih predikat wisudawan terbaik bidang akademik dengan raihan IPK tinggi dan telah menerbitkan beberapa artikel ilmiah, satu artikel sudah terbit, satu artikel lainnya telah dinyatakan diterima dan akan terbit pada Agustus di jurnal Sinta 4 sesuai standar publikasi yang ditetapkan Program Studi Ekonomi Syariah.
“Alhamdulilah bisa lulus dengan IPK 3,96, untuk karya tulis sudah ada yang resmi terbit satu sementara satu lagi sudah ada LOA-nya Insya Allah terbit nanti per-Agustus di Sinta 4,” ungkap Puji.
Di balik prestasinya, Puji menerangkan jika ia menjalani perkuliahan dengan menjalankan beberapa peran sekaligus. Puji berusaha keras membagi waktu antara pekerjaan, kuliah, dan keluarganya.
“Saya masuk ke UIN itu di tahun 2024, sempat terkendala karena harus bekerja di kantor, kemudian juga di rumah ada anak-anak, maka (red: harus) membagi waktu antara kantor, kerjaan, dan anak-anak di rumah,” ungkapnya.
Puji mengungkapkan jika latar belakang pendidikannya dulu adalah S1 Sistem Informasi. Namun, ia memutuskan melanjutkan studi di Program Magister Ekonomi Syariah karena pekerjaannya menuntut kompetensi di bidang ekonomi yang sejalan dengan tugas yang dijalaninya.
“Karena di pekerjaan sekarang menuntut saya untuk punya keahlian salah satunya di bidang ekonomi dan selinier dengan pekerjaan yang saya jalani sekarang, akhirnya memutuskan (red: memilih Prodi) Ekonomi Syariah,” ujarnya.

Sumber Foto: UIN Salatiga Channel/YouTube
Hafiz, suami Puji mengungkapkan jika sebelum berkuliah di UIN Salatiga, istrinya sudah pernah di terima di salah satu kampus negeri di Semarang. Namun, karena terkendala pekerjaan dan kesibukan mengurus keluarga, akhirnya kesempatan tersebut tidak diambil oleh istrinya.
“Sebelumnya sudah daftar juga dan sudah lolos di salah satu kampus negeri di Semarang daftar di S2-nya, tapi karena kendala tadi, dan wira-wiri gitu ya capek, akhirnya sudah ditunda dulu,” terang Hafiz.
Terlepas dari itu, Hafiz mendukung apa pun yang menjadi impian istrinya. Ia mengaku senang karena di usia yang sudah tidak muda lagi dan dengan berbagai kesibukan, istrinya masih semangat untuk melanjutkan kuliah.
“Alhamdulillah kita support tidak apa-apa kayaknya saatnya, saatnya ambil sekarang. Kalau nanti-nanti udah tambah usia tambah kesibukan lagi,” ungkap Hafiz.
Puji menyampaikan pesan bagi para mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan untuk bersungguh-sungguh dalam menjalani perkuliahan dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin.
“Do it or leave it, jadi kerjakan atau tinggalkan. Jadi kalau sudah memutuskan kuliah S1 misalnya, ya udah kerjakan dengan sebaik-baik mungkin, nggak cuma sekadarnya saja,” pungkasnya. (Azka/Suryani/Red)





